Peta birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Aceh kembali mengalami penyegaran signifikan. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem, resmi menunjuk Taufik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh. Langkah strategis ini diambil menyusul diberhentikannya M. Nasir dari jabatan Sekda definitif berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 95/TPA Tahun 2026.
Pemberhentian M. Nasir dilakukan secara hormat oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Keppres yang ditandatangani di Jakarta pada 21 Agustus 2026. Keputusan tersebut segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Aceh setelah menerima surat resmi dari Sekretariat Dukungan Kabinet tertanggal 22 Agustus 2026. Dalam petikan Keppres tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi mendalam atas pengabdian dan jasa M. Nasir selama memimpin roda administrasi di Serambi Mekkah.
Meski tidak lagi menjabat sebagai Sekda, M. Nasir langsung dipercaya untuk mengemban amanah baru. Beliau resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung khidmat secara hibrida di dua lokasi berbeda pada Senin, 24 Agustus 2026.
Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, atas instruksi langsung dari Gubernur Muzakir Manaf. Dalam sambutannya, Fadhlullah memberikan penghormatan tinggi atas dedikasi luar biasa yang telah ditunjukkan oleh M. Nasir selama menjabat sebagai Sekda Aceh. Menurutnya, mutasi dan rotasi jabatan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi demi mengoptimalkan kinerja pelayanan publik di Aceh.
“Saya melantik Saudara Nasir atas perintah langsung dari Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Kita semua tahu kontribusi besar yang telah diberikan beliau selama ini. Namun, ini adalah keputusan strategis pimpinan demi penyegaran organisasi, dan beliau kini dipercaya untuk memimpin sektor kearsipan,” ujar Fadhlullah.
Dengan penunjukan Taufik sebagai Plt Sekda Aceh, roda pemerintahan diharapkan tetap berjalan stabil tanpa hambatan administratif. Transisi kepemimpinan ini juga diharapkan mampu membawa angin segar bagi percepatan program-program pembangunan daerah yang tengah dicanangkan oleh duet kepemimpinan Mualem-Fadhlullah.








