Dukcapil Jemput Bola di NTT: Pulihkan Dokumen Korban Gempa Langsung di Pengungsian

Bencana alam tidak hanya merusak infrastruktur dan tempat tinggal, tetapi juga sering kali melenyapkan dokumen identitas penting milik warga. Merespons situasi darurat pasca-gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri bergerak cepat dengan menggelar aksi jemput bola langsung di lokasi pengungsian.

Langkah taktis ini diambil karena dokumen kependudukan seperti KTP-el sangat vital bagi para korban. Tanpa identitas diri yang jelas, warga terdampak akan kesulitan mengakses berbagai hak mendasar mulai dari bantuan sosial, layanan kesehatan darurat, hingga bantuan pemulihan pascabencana. Selama empat hari, sejak 24 hingga 27 Agustus 2026, sebanyak enam tim khusus dikerahkan ke tujuh wilayah terdampak, meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Read More

Dirjen Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, menegaskan bahwa kehadiran petugas langsung di lapangan merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah kesulitan masyarakat. Menurutnya, negara harus hadir sedekat mungkin ketika masyarakat sedang tertimpa musibah. Pelayanan administrasi kependudukan tidak boleh lumpuh hanya karena warga berada di tenda darurat atau kantor pelayanan daerah mengalami kerusakan fisik.

Tim Dukcapil tidak sekadar mendata, melainkan membawa langsung perangkat perekaman dan mesin cetak KTP-el portabel beserta bahan habis pakai ke lokasi bencana. Di Kabupaten Nagekeo, pelayanan dipusatkan di Posko Gereja Aeramo, sementara di Kabupaten Ngada, tim membuka posko di Kelurahan Nangamese, Kecamatan Riung. Di wilayah lain seperti Manggarai Barat, tim menyerahkan bantuan peralatan cetak serta ribuan blangko cadangan kepada pemerintah daerah setempat demi menjamin keberlanjutan layanan setelah masa tanggap darurat selesai.

Kolaborasi cepat ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan hak sipil warga terdampak gempa NTT. Dengan dokumen kependudukan yang kembali di tangan, para pengungsi dapat lebih mudah mengurus berbagai keperluan administrasi penting dan menata kembali kehidupan mereka di masa pemulihan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *