Ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) memicu aksi tanggap darurat lintas daerah yang cepat. Sebagai bentuk solidaritas dan penguatan penanganan bencana nasional, Kepolisian Daerah (Polda) Bali resmi mengirimkan bantuan taktis ke bumi Borneo. Sebanyak 110 personel pilihan dari Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Bali dikerahkan untuk memperkuat tim pemadam di garis depan.
Pemberangkatan pasukan Bawah Kendali Operasi (BKO) ini dipimpin langsung oleh Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya, dalam sebuah upacara pelepasan yang khidmat di Base OPS Lanud I Gusti Ngurah Rai, Badung. Langkah taktis ini diambil merespons eskalasi titik panas (hotspot) di Kalimantan Barat yang memerlukan penanganan intensif agar tidak meluas menjadi kabut asap pekat yang merugikan lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat.
Irjen Pol Daniel Adityajaya menegaskan bahwa penugasan ini merupakan misi kemanusiaan sekaligus panggilan tugas negara yang sangat krusial. Para personel yang diberangkatkan tidak hanya dibekali fisik yang prima, tetapi juga kemampuan khusus dalam mitigasi bencana, teknik pemadaman karhutla pada lahan gambut, serta peralatan taktis pendukung yang memadai. Setibanya di Kalbar, mereka akan segera berintegrasi dengan Satgas Karhutla setempat, TNI, BPBD, dan para relawan.
Tantangan memadamkan kebakaran di Kalimantan Barat dikenal cukup berat, mengingat karakteristik lahannya yang didominasi oleh tanah gambut yang dalam. Pada musim kemarau, api sering kali menjalar di bawah permukaan tanah, memicu asap tebal yang sulit diatasi hanya dengan penyiraman permukaan. Oleh karena itu, kehadiran 110 personel Brimob Polda Bali diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam teknik penyekatan dan pemadaman titik api tersembunyi.
Sinergi antarpolda ini menunjukkan komitmen kuat Polri dalam menjaga stabilitas keamanan lingkungan serta melindungi masyarakat dari dampak buruk bencana asap lintas provinsi. Seluruh personel diimbau untuk selalu menjaga keselamatan diri, berkoordinasi secara presisi, dan menjaga nama baik kesatuan selama mengemban misi mulia ini hingga situasi di Kalimantan Barat kembali kondusif.








