Nabire, Indonesia – Dampak buruk fenomena musim kemarau serta maraknya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengintai kesehatan masyarakat Papua Tengah. Mengantisipasi risiko ledakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah mengambil langkah sergap dengan menyiagakan puluhan ribu masker dan memperketat pengawasan medis di lapangan.
Berdasarkan pantauan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), tren grafik kasus ISPA di wilayah ini menunjukkan adanya peningkatan perlahan. Meskipun angka tersebut belum tergolong melonjak secara drastis, otoritas kesehatan daerah menolak bersikap pasif demi mencegah dampak bencana asap yang lebih parah.
Plt. Kepala Dinkes Papua Tengah, dr. Agus, menegaskan pentingnya respons cepat dalam menghadapi potensi krisis kesehatan ini. Pihaknya telah menyalurkan pasokan suplemen vitamin dan obat-obatan esensial ke Instalasi Farmasi Provinsi. Selain itu, sebanyak 23 karton atau sekitar 60.000 lembar masker tiga lapis telah dipersiapkan untuk didistribusikan kepada warga secara bertahap.
“Data SKDR memperlihatkan tren kenaikan kasus ISPA meski belum signifikan. Namun, kami menolak untuk lengah dan memilih bertindak sejak dini,” ungkap dr. Agus saat memberikan keterangan resmi di Nabire.
Sebagai wujud nyata perlindungan warga, tim kesehatan diterjunkan setiap hari untuk membagikan minimal 1.000 lembar masker di pusat-pusat keramaian publik. Tak hanya itu, armada ambulans juga disiagakan secara penuh untuk mengantisipasi kondisi gawat darurat apabila terdapat masyarakat yang mengalami keluhan sesak napas berat.
Di sisi lain, kegiatan kemasyarakatan seperti Car Free Day (CFD) di Nabire masih diizinkan beroperasi demi menjaga denyut perekonomian usaha mikro lokal, khususnya para mama-mama penjual. Meski demikian, tim medis disiagakan penuh di lokasi guna membagikan masker serta memberikan edukasi kesehatan. Status izin pelaksanaan CFD selanjutnya akan terus dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan indeks kualitas udara setempat.
Guna menekan polusi udara, pemerintah daerah mengimbau keras masyarakat agar menghentikan aktivitas pembakaran sampah secara liar. Warga juga diminta menjaga kebersihan udara rumah, mencukupi kebutuhan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, dan mengenakan pelindung pernapasan saat beraktivitas di luar gedung. Apabila mengalami gejala ISPA menetap seperti batuk berulang, demam tinggi, atau sesak napas, warga disarankan segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.








