Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan apresiasi tinggi terhadap kepedulian generasi muda yang turun tangan langsung dalam membantu pemulihan sosial masyarakat terdampak bencana di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kunjungan kerjanya ke wilayah terdampak, Wapres menekankan pentingnya kolaborasi multisektor, khususnya keterlibatan aktif mahasiswa dalam aspek pemulihan psikososial warga, terutama anak-anak.
Saat meninjau langsung kondisi pengungsi di Posko Golo Cenggo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Wapres Gibran tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan logistik fisik. Beliau juga memastikan kesehatan mental para pengungsi tetap terjaga. Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Wapres memfasilitasi penugasan enam mahasiswa dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) untuk memberikan bantuan psikologis awal atau Psychological First Aid (PFA).
Selama satu minggu ke depan, tim mahasiswa psikologi tersebut akan menetap di lokasi pengungsian untuk mendampingi anak-anak terdampak. Metode pemulihan trauma (trauma healing) dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan dan ramah anak, seperti bermain bersama, mendongeng, bernyanyi, hingga aktivitas kelompok interaktif lainnya. Pendekatan ini bertujuan menciptakan rasa aman serta memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan emosi mereka tanpa harus mengungkit kembali detail peristiwa bencana yang menakutkan.
Aksi kemanusiaan para mahasiswa ini sebenarnya telah berjalan sejak mendampingi kunjungan kerja Wapres di Kabupaten Sikka, sebelum akhirnya berlanjut ke wilayah Manggarai dan Manggarai Timur. Kehadiran mereka merepresentasikan bagaimana kapasitas keilmuan akademis dapat dikonversi menjadi aksi nyata yang berdampak langsung pada masyarakat yang sedang membutuhkan uluran tangan.
Wapres Gibran mendorong agar pola kemitraan dan partisipasi aktif pemuda dalam manajemen bencana seperti ini terus diperkuat dan dikoordinasikan secara sistematis dengan pemerintah daerah. Beliau berharap bahwa pengalaman terjun langsung ke daerah bencana ini mampu mengasah kepekaan sosial mahasiswa sekaligus menjadi implementasi konkret dari ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah demi kemaslahatan masyarakat NTT.








