Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPSA) Ciniru di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kini memasuki babak baru. Pihak Kepolisian Resor (Polres) Kuningan secara resmi melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti di balik insiden yang menghanguskan lahan hampir lima hektare tersebut.
Kapolres Kuningan, AKBP Bellen Anggara Pratama, menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen penuh untuk menyelidiki apakah kebakaran ini dipicu oleh faktor kelalaian manusia atau justru ada unsur kesengajaan dari pihak tertentu. Langkah hukum ini akan diintensifkan setelah situasi di lokasi benar-benar kondusif serta proses pemadaman dan pendinginan bara api dinyatakan selesai secara total.
Saat ini, sinergi antara TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Kuningan masih difokuskan pada upaya melokalisasi titik api. Petugas gabungan bekerja ekstra keras guna memastikan kepulan asap tebal tidak terus mengganggu aktivitas dan kesehatan warga sekitar. AKBP Bellen menambahkan, pendekatan penyelidikan dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu jalannya proses pemadaman darurat yang sedang berlangsung di lapangan.
Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu, menjelaskan bahwa operasi pendinginan (cooling down) kini difokuskan di beberapa sektor rawan, termasuk sisi selatan, utara, dan timur TPSA. Langkah ini krusial untuk menurunkan suhu tinggi di dalam tumpukan sampah yang berpotensi memicu api kembali berkobar. Menariknya, petugas juga memanfaatkan teknologi modern berupa drone thermal hasil kolaborasi dengan BPBD Kabupaten Cirebon guna mendeteksi titik panas tersembunyi secara akurat.
Selain pengerahan armada pemadam kebakaran dan alat berat ekskavator, proses pemadaman ini didukung oleh empat unit alat pemadam sprinkler tripod bantuan dari BPBD Provinsi Jawa Barat. Dukungan logistik seperti dapur umum dan posko kesehatan juga telah disiagakan untuk menjaga kondisi fisik para personel. Dengan kerja sama lintas sektoral yang solid, diharapkan penyebab utama kebakaran ini dapat segera terungkap demi mencegah bencana serupa terulang kembali.








