Gempur Kabut Asap Kalimantan, TNI AU Kerahkan Pesawat Casa NC-212 Modifikasi Cuaca

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) mengambil langkah taktis dalam mengatasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian mengkhawatirkan di Pulau Kalimantan. Sebanyak tiga unit pesawat jenis Casa NC-212 dari Skadron Udara 4 diterbangkan secara khusus untuk memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.

Armada udara tersebut bertolak dari Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang. Langkah cepat ini diambil guna mengantisipasi penyebaran titik api serta meminimalisir dampak kabut asap pekat yang mulai mengganggu aktivitas warga setempat. Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, menegaskan bahwa pengerahan alutsista ini merupakan wujud nyata komitmen TNI AU dalam penanggulangan bencana nasional.

Read More

“Kehadiran tiga pesawat Casa NC-212 ini akan memperkuat armada udara yang sebelumnya sudah bersiaga di Kalimantan. Kami berharap operasi modifikasi cuaca ini dapat berjalan lebih optimal guna menekan pekatnya kabut asap,” ujar Nyoman dalam rilis resminya.

Dengan tambahan unit ini, total kekuatan udara yang dikerahkan untuk menjinakkan api di Kalimantan kian solid. Sebelumnya, pihak berwenang telah menyiagakan 20 armada udara di wilayah tersebut. Armada itu terdiri atas lima helikopter patroli, tiga pesawat modifikasi cuaca, serta 12 helikopter berkapasitas besar khusus untuk operasi water bombing.

Secara nasional, pemerintah telah memetakan enam provinsi rawan karhutla, meliputi Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Sebanyak 42 armada pesawat disebar secara strategis, dengan rincian 20 unit ditempatkan di Kalimantan dan 22 unit lainnya bersiaga di wilayah Sumatra.

Situasi karhutla di Kalimantan memang memerlukan penanganan serius. Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan adanya 413 titik panas yang tersebar di Kalimantan Timur, dengan total lahan terbakar mencapai 936,95 hektare. Wilayah Kabupaten Kutai Barat menjadi daerah terdampak paling parah dengan kerusakan lahan mencapai 269,34 hektare dari puluhan titik kejadian. Lewat rekayasa cuaca ini, diharapkan hujan buatan dapat segera turun dan memadamkan bara api yang masih menyelimuti kawasan hutan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *