Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat yang melanda Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah (Kalteng), kini berada dalam kondisi siaga satu. Kobaran api yang terus meluas dilaporkan sempat mendekati objek vital nasional, yaitu Gardu Induk PLN yang terletak di Kecamatan Bulik. Kejadian menegangkan ini berlangsung pada Kamis malam dan memicu kepanikan luar biasa karena berpotensi melumpuhkan aliran listrik regional.
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, memaparkan bahwa area yang terbakar diperkirakan sudah mencapai 30 hingga 40 hektare. Kebakaran ini tidak hanya mengancam gardu induk, tetapi juga nyaris menjangkau empat titik transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang menyuplai energi listrik untuk masyarakat luas.
Melalui unggahan video di akun media sosial pribadinya, Rizky mengabarkan situasi darurat tersebut langsung dari lokasi kejadian. “Tadi nyaris menyerang fasilitas vital negara, yakni gardu induk di Kabupaten Lamandau dan empat titik SUTET,” ungkapnya. Beruntung, berkat respons cepat dari tim pemadam gabungan, ancaman terhadap infrastruktur listrik tersebut berhasil diredam untuk sementara waktu. Gardu induk dan jaringan SUTET terpantau aman dari jilatan api.
Meski gardu induk PLN dinyatakan aman, petugas pemadam kebakaran dan relawan belum bisa bernapas lega. Fokus pemadaman kini beralih karena arah angin yang tidak menentu mulai membawa kobaran api menuju area konsesi PT KSO. Petugas di lapangan terus bersiaga penuh mengantisipasi penyebaran api yang dipicu oleh embusan angin kencang di malam hari.
Tantangan terbesar dalam penanggulangan karhutla di Lamandau ini adalah kondisi tanah yang didominasi oleh lahan gambut dalam. Lahan ini sebelumnya merupakan bekas ladang masyarakat yang kini sangat kering akibat dampak fenomena cuaca ekstrem El Nino. Pada lahan gambut, api sering kali membara di bawah permukaan tanah, sehingga menyulitkan proses pemadaman secara total walaupun permukaan luar tampak sudah padam.
Menyikapi bencana ini, Bupati Lamandau memberikan peringatan keras kepada seluruh warga agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Selain Lamandau, beberapa wilayah lain di Kalimantan Tengah seperti Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, dan Palangka Raya juga tengah berjuang melawan kepungan asap karhutla. Kerja sama seluruh elemen masyarakat sangat krusial untuk mencegah bencana lingkungan yang lebih masif.








