Pasca bencana gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,0 yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), langkah cepat tanggap darurat mulai direalisasikan. Pemerintah Provinsi NTT mengambil kebijakan tak biasa demi menjamin ketersediaan bahan pangan dan kebutuhan pokok masyarakat terdampak di lokasi bencana.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena, secara tegas meminta seluruh pemilik minimarket, toko, dan supermarket di wilayah terdekat gempa untuk segera menyalurkan persediaan barang dan makanan kepada para korban. Melki menegaskan bahwa pelaku usaha tidak perlu khawatir akan kerugian finansial, sebab seluruh biaya barang yang dibagikan akan ditanggung penuh oleh pemerintah.
“Saya minta agar toko-toko dan supermarket di lokasi bencana bisa langsung membagikan makanan ke para korban. Pemerintah akan mengganti rugi, sambil menunggu distribusi bantuan dari pusat dan daerah tiba secara merata,” ujar Melki dalam jumpa pers bersama jajaran Forkopimda di Markas Polda NTT.
Langkah penanganan bencana di Pulau Flores ini juga telah mendapat atensi khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Presiden telah menginstruksikan jajaran menteri terkait untuk segera bertolak ke lokasi kejadian guna memastikan penanganan darurat berjalan optimal. Saat ini, fokus utama tim gabungan Pemprov NTT, TNI, dan Polri adalah mengevakuasi warga ke titik aman serta meninjau wilayah terdampak parah seperti Maumere.
Berdasarkan pembaruan data sementara dari Posko Bencana Pemerintah Kabupaten Manggarai, guncangan gempa dahsyat ini telah menelan enam korban jiwa dan menyebabkan dua warga luka-luka. Pemprov NTT mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun selalu waspada terhadap potensi gempa susulan, sembari mempercepat validasi data korban agar bantuan logistik susulan dapat disalurkan dengan presisi.








