Halmahera Barat – Aktivitas vulkanik Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kian menunjukkan peningkatan yang signifikan. Gunung api aktif ini dilaporkan mengalami erupsi berulang dengan interval yang cukup rapat, yakni berkisar antara 30 menit hingga satu jam sekali. Saat ini, status Gunung Ibu masih tertahan di Level II (Waspada), memicu otoritas setempat mengeluarkan peringatan keras bagi warga maupun wisatawan.
Berdasarkan laporan terbaru dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan terakhir terdeteksi pada Sabtu sore pukul 15.32 WIT. Abu vulkanik berwarna kelabu tebal teramati membubung hingga setinggi 800 meter di atas puncak kawah, condong mengarah ke utara. Erupsi ini tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 28 mm dalam durasi sekitar 39 detik.
Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ibu, Richard, mengonfirmasi bahwa kegempaan di sekitar area gunung masih sangat fluktuatif dan didominasi oleh gempa vulkanik yang terekam secara konstan. Menanggapi kondisi darurat ini, PVMBG menetapkan zona bahaya yang wajib dihindari.
“Warga, nelayan, serta wisatawan dilarang keras melakukan aktivitas apa pun dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Selain itu, ada perluasan sektoral hingga 3,5 kilometer ke arah utara bukaan kawah,” ungkap Richard saat memberikan keterangan pers.
Sebagai langkah antisipasi dini, masyarakat diimbau untuk segera menyiapkan masker pelindung mulut dan hidung serta kacamata guna menghindari dampak buruk paparan hujan abu vulkanik. Pemerintah daerah setempat juga diminta terus berkoordinasi dengan Pos PGA Ibu di Gam Ici atau PVMBG Bandung.
Pihak berwenang turut mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya atau berita bohong (hoaks). Informasi perkembangan aktivitas Gunung Ibu yang akurat dan terkini dapat dipantau langsung secara real-time melalui aplikasi Android Magma Indonesia.








