Dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan komitmen tegas terkait keselamatan generasi muda. Beliau menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi anak-anak di pelosok negeri yang harus bertaruh nyawa hanya demi menuntut ilmu di sekolah.
Fenomena siswa yang harus menyeberangi sungai berarus deras tanpa jembatan hingga berjalan kaki berjam-jam dalam kondisi basah kuyup menjadi perhatian serius pemerintah. Presiden menekankan bahwa situasi memprihatinkan tersebut harus segera diakhiri demi menjamin keadilan akses pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.
Sebagai langkah konkret memperkuat konektivitas antarwilayah dan keselamatan warga, pemerintah menargetkan penyelesaian pembangunan lebih dari 5.000 jembatan desa hingga akhir tahun ini. Upaya masif tersebut mengandalkan sinergi dan peran aktif dari jajaran TNI serta Polri yang berkolaborasi secara intensif di lapangan.
Hingga saat ini, TNI telah berhasil merampungkan sekitar 2.500 jembatan desa, sementara Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyumbangkan pembangunan 874 jembatan desa. Pembangunan infrastruktur dasar ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh warga serta memberikan jaminan keamanan penuh bagi anak-anak saat pergi maupun pulang sekolah.
Selain itu, Presiden Prabowo memberi imbauan langsung kepada seluruh elemen pemerintah daerah—mulai dari gubernur, bupati, camat, hingga kepala desa—untuk aktif menyisir wilayahnya masing-masing. Jajaran pemda diminta segera mendata dan melaporkan titik-titik rawan yang membutuhkan keberadaan jembatan penyeberangan.
Apabila pemerintah daerah mengalami kendala anggaran atau tidak mampu menyelesaikan persoalan infrastruktur di wilayahnya, pemerintah pusat menegaskan kesiapannya untuk langsung turun tangan. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen negara agar tidak ada rakyat yang merasa terlantar, khususnya dalam pemenuhan hak dasar pendidikan dan mobilitas harian.








