Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberikan pesan spiritual yang mendalam saat memimpin doa dalam pembukaan Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR-DPD RI di Ruang Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Dalam munajatnya, Menag menyelipkan pesan bermakna mengenai pentingnya sikap keterbukaan pemerintah terhadap kritik masyarakat demi kemajuan bangsa.
Di hadapan para pimpinan lembaga negara dan jajaran pejabat eksekutif, Nasaruddin memohon agar pemerintah senantiasa diberikan kesadaran untuk melakukan introspeksi diri apabila masukan maupun kritikan yang dilayangkan publik terbukti benar. Sebaliknya, beliau juga mendoakan kebaikan serta pengampunan bagi pihak-pihak yang menyampaikan kritik jika terdapat kekeliruan dalam pandangan mereka.
“Sadarkanlah diri kami untuk mengoreksi diri jika fitnah dan kritikan mereka itu benar. Ampuni mereka jika fitnah dan kritikan mereka itu keliru,” tutur Nasaruddin dalam doanya yang khidmat. Ia menegaskan bahwa perhelatan kenegaraan ini harus menjadi momentum krusial untuk menyinergikan seluruh potensi nasional serta menghindarkan Indonesia dari perpecahan, tipu daya, dan rekayasa politik yang merugikan.
Tak hanya menyoroti keharmonisan politik dan tata kelola pemerintahan, Menag juga memanjatkan doa khusus bagi perlindungan kaum yang lemah dan terzalimi. Ia menekankan pentingnya rasa kepedulian sosial dan rasa cinta tanah air tanpa membeda-bedakan latar belakang, sebab seluruh warga negara merupakan ciptaan Tuhan yang berhak mendapatkan pengayoman.
Agenda tahunan yang berlangsung megah ini turut dihadiri oleh jajaran menteri Kabinet Merah Putih, para duta besar negara sahabat, pimpinan lembaga negara, serta deretan mantan Presiden dan Wakil Presiden RI. Dalam rangkaian acara bersejarah tersebut, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan dua pidato kenegaraan penting terkait Laporan Kinerja Lembaga Negara dan agenda strategis bangsa ke depan.








