Jakarta semakin mantap melangkah menuju visi kota global berkelanjutan. Sebuah inisiatif monumental dalam modernisasi transportasi publik Ibu Kota telah terwujud melalui kesepakatan pembiayaan masif. PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), operator layanan bus cepat terkemuka, dipastikan akan menerima suntikan dana hingga Rp5,07 triliun. Pendanaan kolosal ini dialokasikan khusus untuk program elektrifikasi, yang akan mengakuisisi 3.782 unit armada bus listrik, menandai era baru transportasi ramah lingkungan di Jakarta.
Dukungan finansial strategis ini difasilitasi melalui kerja sama erat dengan Bank Jakarta, yang secara resmi diabadikan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Balai Kota DKI Jakarta. Peristiwa penting ini merupakan bagian dari rangkaian Penandatanganan Kerja Sama Strategis antara BUMD, BUMN, dan Perangkat Daerah, yang digagas untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan layanan publik di ibu kota. Dengan jangka waktu MoU selama tiga tahun, potensi pembiayaan ini diharapkan menjadi katalis kuat dalam percepatan pengembangan armada berbasis listrik.
Langkah ini tidak hanya sekadar mengganti armada lama, melainkan sebuah lompatan signifikan menuju pengurangan emisi karbon dan peningkatan kualitas udara di Jakarta, sejalan dengan komitmen global terhadap keberlanjutan. Elektrifikasi ribuan bus Transjakarta akan secara drastis mengurangi jejak karbon transportasi publik, menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih dan sehat bagi jutaan warganya.
Selain mendukung ambisi Transjakarta, Bank Jakarta juga proaktif dalam berbagai inisiatif pembangunan lainnya. Bank daerah ini bersinergi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), serta Jamkrida Jakarta. Kolaborasi ini bertujuan untuk menggerakkan program Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR) bagi pekerja sektor informal, dengan potensi nilai mencapai Rp587 miliar melalui skema kredit dan penjaminan.
Tidak berhenti di situ, Bank Jakarta turut berperan dalam memperkuat konektivitas antarmoda. Kerja sama dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) diwujudkan melalui pembiayaan pembangunan pedestrian deck di kawasan Dukuh Atas. Fasilitas kredit senilai Rp220 miliar dengan jangka waktu 15 tahun ini diharapkan akan meningkatkan aksesibilitas pejalan kaki dan mengoptimalkan integrasi antarmoda transportasi di salah satu simpul penting kota Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi menuju “Top 50 Global City” pada tahun 2030 adalah sebuah agenda besar yang menuntut keterlibatan seluruh ekosistem perkotaan. “Pembangunan Jakarta tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dari seluruh ekosistem kota,” ujar Pramono. Beliau menekankan pentingnya menindaklanjuti setiap kesepakatan dengan program konkret, target terukur, dan tata kelola yang baik. Keberhasilan, lanjutnya, harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar jumlah perjanjian yang ditandatangani.
Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta, Saefullah Hidayat, turut menyoroti peran strategis BUMD. “BUMD memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan Jakarta. Peran tersebut tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga mencakup pelayanan masyarakat dan penggerak perekonomian daerah,” jelas Saefullah. Hingga triwulan III 2026, Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta mencatat total 52 kerja sama strategis, yang mencakup 27 kolaborasi BUMD dengan BUMN dan 25 sinergi antar-BUMD. Kerja sama ini tersebar di berbagai sektor, mulai dari transportasi, infrastruktur digital, pengelolaan air, penjaminan, hingga layanan perbankan, menunjukkan komitmen kuat dalam membangun Jakarta yang lebih maju dan terintegrasi.








