Tragedi Laut Masalembo: Penyelam Khusus Basarnas Menjelajahi Jantung KM Virgo 8 yang Terbalik

KOTA KITA – Harapan untuk menemukan korban yang terperangkap di dalam bangkai kapal KM Virgo Transport 8 masih menyala, meskipun tantangan di perairan Masalembo semakin berat. Enam personel elit dari Basarnas Special Group (BSG) telah diterjunkan untuk misi penyelaman berisiko tinggi, menyisir setiap sudut kapal yang kini terbalik, Minggu (20/9/2026).

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menegaskan komitmen penuh lembaganya dalam operasi pencarian ini. “Kami mengerahkan seluruh sumber daya dan keahlian kami, terutama enam personel BSG untuk menyisir bagian dalam kapal. Fokus utama kami adalah menemukan korban yang kemungkinan masih terjebak. Meskipun demikian, keselamatan tim penyelam tetap menjadi prioritas utama,” ujar Syafii dalam keterangan resminya, yang mencerminkan dedikasi dan kehati-hatian dalam situasi kritis ini.

Read More

Operasi penyelamatan ini, yang kini memasuki fase perpanjangan, didukung penuh oleh KN SAR Kamajaya. Kapal ini tidak hanya melakukan penyisiran permukaan tetapi juga bersiaga di sekitar lokasi bangkai KM Virgo Transport 8 untuk mendukung logistik dan keselamatan tim penyelam. Koordinator tim di lapangan terus berupaya maksimal, memanfaatkan setiap detik berharga dalam periode kritis ini.

Keputusan perpanjangan operasi SAR selama tujuh hari ke depan diumumkan pada Sabtu malam (19/9/2026), setelah tujuh hari pertama pencarian tidak membuahkan hasil signifikan dalam penemuan korban baru. Direktur Operasional Basarnas, Laksma TNI Yudhi Bramantyo, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk tim salvase yang dikoordinasikan oleh pemilik kapal. Perpanjangan ini adalah bukti nyata tekad untuk tidak menyerah selagi ada harapan, betapapun tipisnya.

Data terakhir yang dirilis Basarnas pada Sabtu malam, pukul 21.00 Wita, menunjukkan bahwa dari total 243 orang yang terdaftar dalam manifes KM Virgo Transport 8, 117 korban telah ditemukan. Angka ini mencakup 108 penumpang yang berhasil diselamatkan dan sembilan korban meninggal dunia. Namun, angka yang paling memilukan adalah masih ada 126 orang yang belum ditemukan, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat.

KM Virgo Transport 8 memulai pelayaran nahasnya dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 12 September 2026. Kapal ini dilaporkan menghadapi cuaca buruk ekstrem dan hilang kontak keesokan harinya, 13 September 2026, sekitar pukul 02.00 Wita. Tragisnya, kapal tersebut ditemukan pada hari yang sama dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa, sebuah titik yang sering dikenal dengan tantangan maritimnya. Insiden ini sekali lagi menyoroti bahaya pelayaran di tengah kondisi cuaca yang tak terduga dan urgensi prosedur keselamatan yang ketat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *