Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sukses mengukir prestasi gemilang di tingkat regional dengan memborong dua penghargaan bergengsi dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi. Penghargaan yang diinisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini menjadi bukti nyata komitmen Kota Daeng dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui sektor hunian layak dan akses pendidikan yang merata.
Dalam kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah, Makassar berhasil dinobatkan sebagai kota terbaik pertama. Atas pencapaian luar biasa ini, Pemkot Makassar mendapatkan bantuan stimulus berupa program bedah rumah untuk 300 unit hunian warga. Sementara itu, untuk kategori Akses terhadap Layanan Pendidikan, Makassar menyabet peringkat kedua terbaik dan berhak membawa pulang insentif fiskal senilai Rp1,5 miliar.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, mengungkapkan rasa syukurnya atas apresiasi tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh jajaran pemkot dalam menjamin pelayanan dasar menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Ia menegaskan bahwa capaian ini akan menjadi motivasi besar untuk terus berinovasi.
“Pelayanan yang kami lakukan bertujuan memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat benar-benar terpenuhi dengan baik, khususnya di sektor pendidikan dan perumahan,” tutur Munafri selepas menerima penghargaan di Makassar.
Munafri menambahkan, ke depan, fokus pembenahan sektor pendidikan akan diarahkan ke wilayah pulau-pulau terpencil yang selama ini menghadapi tantangan aksesibilitas. Pemerintah kota berkomitmen untuk meningkatkan infrastruktur sekolah, memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik, serta memastikan seluruh anak di Makassar mendapatkan hak belajar yang setara.
Terkait sektor perumahan, bantuan 300 unit bedah rumah akan dioptimalkan guna membantu keluarga prasejahtera mendapatkan hunian yang lebih sehat dan aman. Tak hanya berhenti di situ, Appi juga menegaskan komitmennya untuk memperluas cakupan layanan dasar lainnya, termasuk pengelolaan sampah dan revitalisasi lingkungan melalui gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan bagian dari stimulus fiskal dari pemerintah pusat untuk mengapresiasi kinerja kepemimpinan daerah yang inovatif. Tito berharap dana insentif yang diperoleh dapat dialokasikan secara bijak demi kemakmuran masyarakat setempat.








