Gubernur Banten Turun Tangan, 13 Kapal SAR Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Krakatau

Gubernur Banten, Andra Soni, turun langsung memantau misi penyelamatan dramatis untuk menemukan lima jurnalis dan tiga awak speedboat yang hilang kontak di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau. Bersama Tim SAR Gabungan, orang nomor satu di Banten tersebut ikut menyisir perairan Selat Sunda menggunakan KN SAR 247 Tetuka sejak Jumat (11/9) pagi, bertolak dari Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon.

Pencarian intensif ini kini memasuki hari keempat dengan fokus utama di sekitar Pulau Rakata, Pulau Sertung, dan Pulau Sebesi. Dalam pantauannya dari atas kapal penyelamat, Andra Soni mengonfirmasi bahwa tim penyelamat terus bergerak mendekati titik-titik krusial di luar radius aman 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Dukungan moral dan taktis terus dikerahkan guna memastikan proses pencarian berjalan maksimal di tengah tantangan perairan Selat Sunda yang dinamis.

Read More

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa operasi kemanusiaan skala besar ini melibatkan kekuatan penuh. Sebanyak 13 armada kapal canggih milik berbagai instansi, termasuk TNI AL, Kepolisian, dan Basarnas, diterjunkan ke lokasi kejadian. Beberapa alutsista utama yang dikerahkan antara lain KRI Kerambit 627, KN SAR Tetuka, KP Hayabusa, hingga RIB 02 Banten. Seluruh armada ini dibagi ke dalam empat sektor pencarian strategis guna mempercepat penemuan para korban.

Selain menyisir area laut, tim penyelamat juga melakukan monitoring berkala di pulau-pulau kecil sekitar gunung api aktif tersebut. Tim dari RIB 02 Banten dan tim penyelamat asal Lampung dikabarkan memfokuskan penyisiran di pesisir Pulau Sebesi dan Pulau Panjang, area yang diduga menjadi lokasi potensial perlindungan atau titik terakhir kontak para korban.

Sebagai informasi, kelima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9) tersebut tengah menjalankan tugas jurnalistik untuk meliput aktivitas erupsi dahsyat Gunung Anak Krakatau. Mereka adalah Muhammad Bagus Khoirunas (pewarta foto ANTARA), Arie Basuki (Merdeka.com), Donal Husni (fotografer independen), Yudhistira (iNews), dan Daus (Anadolu). Hilangnya para pemburu berita ini memicu keprihatinan mendalam dari publik dan komunitas pers nasional yang berharap seluruh korban segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *