Kapal Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Keluarga Minta Pencarian di Pulau Sertung

Harapan besar kini digantungkan pada proses pencarian rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Desi, istri dari pewarta foto LKBN ANTARA, M Bagus Khoirunnas, meminta tim penyelamat untuk memfokuskan pencarian di kawasan Pulau Sertung. Permintaan emosional ini didasarkan pada informasi terakhir yang ia terima sebelum sang suami kehilangan kontak.

Menurut Desi, suaminya sempat menanyakan kemungkinan untuk bersandar di Pulau Sertung, sebuah pulau yang terletak di sebelah barat Gunung Anak Krakatau. Berbekal petunjuk tersebut, ia meyakini adanya kemungkinan besar rombongan suaminya sempat berlindung atau berada di pulau tersebut. Harapan ini ia sampaikan langsung di hadapan Penjabat Gubernur Banten, Andra Soni, serta Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, dalam sebuah pertemuan di Pandeglang.

Read More

Menanggapi usulan tersebut, Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menegaskan pihaknya akan mempertimbangkan informasi tersebut sebagai salah satu rujukan krusial. Namun, ia juga menekankan bahwa proses pencarian di sekitar Pulau Sertung memiliki risiko yang sangat tinggi. Lokasi pulau yang sangat dekat dengan pusat erupsi Gunung Anak Krakatau menuntut tim pencari untuk ekstra waspada demi keselamatan personel SAR itu sendiri.

Sebelumnya, sebuah kapal cepat (speed boat) yang mengangkut delapan orang dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9). Rombongan tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, sekitar pukul 14.00 WIB dengan tujuan meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik koordinat terakhir pada pukul 14.42 WIB, sebelum akhirnya seluruh komunikasi terputus total sekira pukul 15.04 WIB.

Di dalam kapal tersebut terdapat lima jurnalis tangguh, yakni M Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas). Mereka didampingi oleh tiga kru kapal, yakni Warta (kapten), Surakman (anak buah kapal), dan Heriyanto yang bertindak sebagai pemandu jalan. Hingga saat ini, upaya pencarian intensif terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan dengan menyisir titik koordinat terakhir dan wilayah potensial di sekitarnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *