Pada peringatan HUT ke-76 Satpol PP dan HUT ke-64 Satlinmas di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggarisbawahi transformasi penting dalam tubuh penegak peraturan daerah tersebut. Pramono menegaskan bahwa ketertiban umum di ibu kota tidak lagi sekadar penegakan hukum secara kaku, melainkan harus berjalan beriringan dengan pendekatan yang santun, komunikatif, dan humanis.
Menurut Pramono, perubahan citra Satpol PP Jakarta ke arah yang lebih ramah telah memicu peningkatan signifikan pada tingkat kepercayaan publik. Implementasi gerakan 4S (Senyum, Salam, Sapa, dan Santun) menjadi fondasi utama bagi setiap personel dalam menjalankan tugas di lapangan. Pendekatan berbasis empati ini dinilai efektif menciptakan rasa aman tanpa mengikis ketegasan maupun kewibawaan korps.
Selain menjaga ketertiban harian, Satpol PP dan Satlinmas juga dituntut memiliki kesiapsiagaan tinggi dalam merespons situasi darurat kota. Pramono mencontohkan aksi sigap jajaran Satpol PP saat penghentian dini kegiatan Car Free Day (CFD) Sudirman-Thamrin akibat paparan debu vulkanik. Kala itu, personel bergerak cepat membagikan masker serta berkolaborasi dengan Dinas Gulkarmat untuk memitigasi dampak risiko bagi masyarakat.
Guna menunjang efektivitas operasional kota berstandar global, Pemprov DKI Jakarta merencanakan penyediaan Markas Komando (Mako) Satpol PP yang lebih representatif. Pramono mengonfirmasi telah berkoordinasi dengan Wakil Gubernur Rano Karno dan Sekda Uus Kuswanto untuk merancang fasilitas tersebut secara efisien namun tetap modern.
Sementara itu, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan menyatakan komitmennya untuk terus membenahi kualitas pelayanan aparatur. Sinergi yang kuat hingga tingkat kelurahan dan partisipasi aktif warga menjadi kunci utama dalam mewujudkan iklim Jakarta yang kondusif, nyaman bagi investasi, serta ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.








