Status Siaga Gunung Anak Krakatau: Kapal Dilarang Mendekat Radius 3 Km

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda kembali meningkat hingga mencapai Level III atau berstatus Siaga. Merespons kondisi tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan mengambil tindakan preventif dengan melarang seluruh kapal mendekati area kawah aktif dalam radius 3 kilometer.

Langkah tegas ini diambil demi menjamin keselamatan pelayaran di salah satu perairan paling padat di Indonesia. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, Raden Yogie Nugraha, mengimbau seluruh kapal yang melintas di Selat Sunda untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan langkah antisipasi terhadap potensi bahaya abu vulkanik.

Read More

Selain mematuhi larangan jarak aman, para nakhoda diinstruksikan untuk terus memantau informasi terkini mengenai aktivitas vulkanik yang dirilis oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG, serta BPBD setempat. Rencana pelayaran juga harus disusun dengan matang, memperhitungkan arah angin, sebaran abu, serta aspek keselamatan pelayaran lainnya.

Jika ditemukan indikasi bahaya yang berpotensi mengganggu pelayaran di tengah laut, nakhoda diminta segera melakukan tindakan penyelamatan yang diperlukan. Mereka juga wajib melaporkan situasi darurat tersebut ke Vessel Traffic Service (VTS), Stasiun Radio Pantai, atau kantor Syahbandar terdekat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat.

Kendati pembatasan radius aman diberlakukan, pemerintah memastikan bahwa jalur penyeberangan vital yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra, yakni lintasan Merak-Bakauheni, hingga saat ini masih beroperasi secara normal. Arus logistik dan transportasi penumpang tetap berjalan lancar dengan pengawasan ketat terhadap standar keselamatan pelayaran.

Pihak KSOP Kelas I Banten bersama KSOP Kelas IV Bakauheni terus bersinergi melakukan pemantauan intensif di wilayah Selat Sunda demi memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas laut selama masa siaga Gunung Anak Krakatau ini.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *