Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang meningkat sejak Jumat malam kini mulai dirasakan langsung oleh warga DKI Jakarta. Erupsi gunung berapi aktif yang terletak di Selat Sunda tersebut dilaporkan telah menyemburkan abu vulkanik hingga menyelimuti sejumlah wilayah di ibu kota. Fenomena ini mengejutkan banyak pihak mengingat jarak Jakarta yang cukup jauh dari pusat erupsi.
Berdasarkan laporan di lapangan, paparan abu tipis mulai terlihat menutupi permukaan kendaraan, seperti kap mobil dan jok sepeda motor, di beberapa kawasan Jakarta Selatan hingga Jakarta Barat. Wilayah seperti Lenteng Agung, Tanah Kusir, hingga area perkantoran di Mampang Prapatan menjadi beberapa titik yang mengonfirmasi adanya hujan abu tipis ini. Warga diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan atau mengenakan masker guna menghindari gangguan pernapasan.
Dampak dari sebaran abu vulkanik ini tidak hanya dirasakan di darat, tetapi juga mengganggu sektor transportasi udara nasional. Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, terpaksa ditutup sementara demi keselamatan penerbangan. Penutupan operasional ini dijadwalkan berlangsung hingga pukul 13.30 WIB akibat jarak pandang yang terbatas dan potensi bahaya abu vulkanik bagi mesin pesawat.
Akibat penutupan darurat ini, sedikitnya 33 jadwal penerbangan domestik maupun internasional mengalami penundaan hingga pembatalan. Otoritas bandara bersama pihak maskapai terus berkoordinasi erat dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memantau pergerakan arah angin dan kepekatan abu di ruang udara.
Bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya, situasi ini menjadi pengingat akan potensi dampak bencana alam lintas daerah. Pihak berwenang merekomendasikan agar pemilik kendaraan segera membersihkan abu vulkanik yang menempel menggunakan air mengalir agar tidak merusak cat atau mesin. Selain itu, penggunaan masker medis sangat disarankan jika abu vulkanik tampak semakin pekat di udara sekitar tempat tinggal.








