Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali berdampak luas pada sektor transportasi udara nasional. Akibat sebaran abu vulkanik yang membahayakan keselamatan penerbangan, Bandara Internasional Juanda di Surabaya, Jawa Timur, terpaksa melakukan penyesuaian jadwal besar-besaran. Sebanyak 16 jadwal penerbangan dilaporkan terganggu, dengan 12 di antaranya terpaksa dibatalkan secara total.
Gangguan operasional ini merupakan efek domino dari penyesuaian yang sebelumnya telah terjadi di beberapa bandara lain, seperti Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Tangerang) dan Bandara Radin Inten II (Lampung). Sebaran material vulkanik di ruang udara mengganggu rotasi pesawat, sehingga berdampak langsung pada konektivitas jadwal penerbangan di Bandara Juanda.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, menjelaskan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan bersama pihak maskapai dan otoritas penerbangan terkait. Langkah ini krusial guna memastikan keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama di tengah situasi darurat alam ini.
“Berdasarkan data operasional terbaru, terdapat 16 penerbangan yang terdampak langsung. Rinciannya meliputi 12 penerbangan yang dibatalkan (cancel) dan 4 penerbangan lainnya mengalami penundaan jadwal atau berstatus standby,” ujar Tohir dalam keterangan resminya.
Penerbangan yang mengalami pembatalan didominasi oleh rute sibuk menuju Jakarta, baik melalui Bandara Soekarno-Hatta (CGK) maupun Halim Perdanakusuma (HLP). Beberapa maskapai yang terdampak signifikan antara lain Lion Air, Batik Air, Citilink, dan Pelita Air. Sementara itu, maskapai Garuda Indonesia mencatatkan beberapa jadwal penerbangan yang mengalami keterlambatan (delay).
Sebagai bentuk tanggung jawab dan upaya menjaga kenyamanan pengguna jasa, pihak manajemen Bandara Juanda mengaktifkan layanan Service Recovery. Para penumpang yang tertahan di terminal diberikan kompensasi berupa makanan ringan dan minuman gratis. Selain itu, petugas tambahan dari unsur Airport Security, Terminal Inspector, hingga Customer Service disiagakan di area terminal untuk memberikan informasi terkini dan mengurai potensi penumpukan penumpang.
Pihak bandara juga mengimbau kepada seluruh calon penumpang untuk selalu memeriksa status penerbangan mereka secara berkala melalui kanal resmi masing-masing maskapai penerbangan sebelum menuju ke bandara demi menghindari ketidaknyamanan lebih lanjut.








