Nusa Penida, pulau spiritual yang terkenal dengan keindahan alam dan warisan budayanya di Bali, baru-baru ini diselimuti duka mendalam. Sebuah musibah kebakaran hebat melanda Pura Puseh Desa Adat Batumadeg, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, pada Kamis (3/9) siang. Insiden tragis ini menghanguskan Pelinggih Meru Tumpang 7 yang sakral, meninggalkan kerugian material yang diperkirakan mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp 300 juta rupiah.
Kobaran api yang mulai terlihat sekitar pukul 12.30 WITA tersebut diduga berasal dari percikan api pembakaran sampah. Angin kencang yang bertiup saat itu menjadi pemicu utama, membawa bara api dengan cepat hingga menyambar bagian atap bangunan pura yang terbuat dari bahan mudah terbakar. Kejadian ini menjadi pengingat pahit akan risiko kelalaian dan pentingnya mitigasi kebakaran, terutama di area yang kaya akan nilai budaya dan spiritual.
Detik-detik kepanikan dimulai ketika seorang saksi, I Wayan Miwa, yang sedang dalam perjalanan pulang, dikejutkan oleh teriakan warga mengenai kepulan asap tebal dari arah Pura Puseh. Tanpa ragu, Miwa segera bergegas menuju lokasi dan mendapati api telah melahap sebagian besar Pelinggih Meru Tumpang 7. Dengan sigap, ia memanggil warga sekitar untuk meminta bantuan. Semangat gotong royong langsung menyala, warga berbondong-bondong berusaha memadamkan api yang semakin membesar.
Namun, perjuangan warga tak berjalan mulus. Kondisi aliran air PDAM yang saat itu mengalami gangguan atau mati total menjadi hambatan besar. Tanpa pasokan air yang memadai, upaya pemadaman manual menjadi sangat terbatas dan penuh tantangan. Dalam situasi genting ini, dengan pemikiran cepat untuk mencegah api merembet ke bangunan pura lainnya yang tak kalah penting, warga mengambil keputusan berani: menjatuhkan struktur Meru yang sudah terbakar sebagian.
Aksi heroik ini dilakukan secara bergotong royong, dengan harapan api dapat terlokalisir pada satu bangunan saja. Setelah bangunan berhasil dirobohkan, barulah pihak pemadam kebakaran (Damkar) dan Polsek Nusa Penida dihubungi untuk penanganan lebih lanjut. Berkat kesigapan warga, api akhirnya dapat dipadamkan sepenuhnya, meskipun Pelinggih Meru Tumpang 7 tak dapat diselamatkan.
Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, mengonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam peristiwa naas ini, meskipun kerugian material mencapai ratusan juta rupiah. Ia juga menambahkan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah kegiatan pembakaran sampah yang merembet ke lahan sekitar, diperparah oleh hembusan angin kencang yang membawa api dengan cepat ke arah pura. Hingga saat ini, terduga pelaku pembakaran sampah masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwajib.
Musibah ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh komunitas untuk lebih berhati-hati dalam mengelola sampah dan selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di lingkungan yang rentan seperti area pura dengan banyak bangunan tradisional. Semangat persatuan dan gotong royong warga Nusa Penida dalam menghadapi bencana ini patut diacungi jempol, menunjukkan resiliensi yang kuat di tengah cobaan.








