Prabowo Minta Spanduk Liar Ditertibkan, Mendagri Dorong Pemda Beralih ke Videotron

Tampilan visual kawasan perkotaan di Indonesia kerap ternoda oleh hamparan spanduk dan baliho promosi yang terpasang sembarangan. Menanggapi fenomena ini, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara khusus menginstruksikan jajaran pemerintah pusat maupun daerah untuk segera melakukan pembenahan massal. Arahan ini diungkapkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat menghadiri ajang Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Batch II Regional Kalimantan di Balikpapan.

Menurut keterangan Tito, Presiden Prabowo menilai keberadaan spanduk promosi berbahan kain maupun PVC tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga menjadi penyumbang sampah baru yang mengotori lingkungan. Presiden menghendaki adanya sinergi nyata antara pusat dan daerah dalam menciptakan kawasan perkotaan yang asri, bersih, dan nyaman bagi masyarakat. Guna mengeksekusi instruksi tersebut, pemerintah daerah diminta memaksimalkan Peraturan Daerah (Perda) dalam menertibkan media promosi visual yang tak teratur.

Read More

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri turut membandingkan penataan media luar ruang di tanah air dengan negara-negara maju. Di berbagai negara modern, penggunaan spanduk konvensional yang membentang di jalanan sudah lama ditinggalkan. Sebagai gantinya, mereka telah beralih menggunakan media digital seperti videotron yang titik lokasinya diatur secara ketat dan tertata rapi oleh regulasi pemerintah.

Tak hanya berfokus pada estetika visual, pemerintah pusat juga mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, dimulai dari tingkat rumah tangga. Penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta pembiasaan gerakan kebersihan menjadi poin krusial yang ditegaskan Kemendagri. Tito menyayangkan masih adanya beberapa daerah yang terkesan abai terhadap isu kebersihan, padahal pengelolaan lingkungan hidup merupakan tolok ukur penting keberhasilan kepemimpinan daerah.

Sebagai bentuk dorongan positif, Kementerian Dalam Negeri bekerja sama dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) memberikan penghargaan kepada daerah-daerah yang sukses menjalankan program berorientasi masyarakat. Pada kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri, Kabupaten Tana Tidung meraih penghargaan tingkat kabupaten, Kota Bontang untuk tingkat kota, serta Kalimantan Selatan untuk tingkat provinsi dari total 32 pemerintah daerah penerima apresiasi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *