Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri bergerak cepat memulihkan hak-hak sipil masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga akhir Agustus, tim tanggap darurat berhasil menerbitkan ulang sebanyak 3.055 dokumen kependudukan yang rusak atau hilang akibat bencana tersebut. Langkah taktis ini krusial agar warga di pengungsian tetap bisa mengakses berbagai bantuan sosial dan layanan dasar pemerintah.
Gempa tektonik bermagnitudo 7,7 yang berpusat di Kabupaten Nagekeo telah melumpuhkan infrastruktur serta memaksa ratusan ribu warga mengungsi. Mengingat sebagian besar kantor layanan administrasi kependudukan (Adminduk) setempat mengalami kerusakan parah—seperti server ambruk dan terputusnya jaringan listrik—Ditjen Dukcapil mengambil inisiatif inovatif dengan menerapkan metode “jemput bola”.
Alih-alih menunggu masyarakat datang ke kantor dinas, petugas di lapangan aktif menyisir posko-posko pengungsian di tujuh kabupaten terdampak, meliputi Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai, Ende, Ngada, Sikka, dan Manggarai Barat. Berbekal perangkat portabel mandiri serta koneksi internet satelit, tim tanggap darurat dapat langsung melakukan perekaman dan pencetakan dokumen di tempat.
Direktur Jenderal Dukcapil, Teguh Setyabudi, menegaskan pentingnya pemulihan dokumen Adminduk pascabencana. Menurutnya, dokumen seperti Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) dan Kartu Keluarga (KK) merupakan syarat mutlak bagi korban gempa untuk mendapatkan bantuan logistik, fasilitas kesehatan, rekonstruksi hunian, hingga melanjutkan sekolah anak-anak mereka.
Selain penerbitan dokumen fisik, tim teknis Dukcapil juga membantu pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital bagi warga setempat. Program integrasi ini memastikan bahwa meskipun dokumen fisik lenyap tertimbun reruntuhan, data kependudukan warga tetap aman dan terverifikasi dalam sistem nasional. Bagi masyarakat yang membutuhkan layanan pemulihan dokumen ini, petugas di lapangan siap melayani proses verifikasi identitas secara cepat tanpa prosedur yang rumit.








