Pulihkan Dokumen Korban Bencana, Dukcapil Kemendagri Jemput Bola di Sikka NTT

Sikka, NTT – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri bergerak cepat membantu warga terdampak bencana di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Lewat aksi jemput bola, tim tanggap bencana Dukcapil mendatangi posko pengungsian untuk memulihkan dokumen administrasi kependudukan (Adminduk) yang hilang atau rusak akibat bencana.

Langkah taktis ini berkolaborasi dengan Dinas Dukcapil Kabupaten Sikka, menyasar warga di Kecamatan Talibura. Hanya dalam kurun waktu dua hari, petugas berhasil menerbitkan dan memulihkan sebanyak 1.634 dokumen kependudukan yang sangat krusial bagi keberlangsungan hidup para pengungsi.

Read More

Plh. Direktur Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil (PPPS) Ditjen Dukcapil, Ahmad Ridwan, menegaskan pentingnya kehadiran negara di tengah situasi darurat. Menurutnya, dalam kondisi sulit seperti ini, masyarakat tidak boleh dibebani prosedur yang rumit untuk mendapatkan hak administratif mereka.

Data lapangan menunjukkan bahwa Kecamatan Talibura dihuni oleh 25.879 jiwa, dengan 4.371 di antaranya kini terpaksa mengungsi. Kerusakan fisik juga melanda puluhan rumah warga. Dalam kondisi darurat ini, kepemilikan dokumen identitas seperti KTP elektronik, Kartu Keluarga (KK), hingga akta kelahiran menjadi sangat mendesak demi mempermudah akses bantuan sosial (bansos), layanan kesehatan, serta bantuan hukum.

Pelayanan yang berlangsung di Desa Nangahale dan Desa Kringa ini mencakup perekaman serta pencetakan KTP-el, penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Keluarga, hingga aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Tidak hanya itu, dokumen pencatatan sipil seperti akta kelahiran, akta kematian, dan akta perkawinan juga langsung diterbitkan di tempat.

Sekretaris Dinas Dukcapil Kabupaten Sikka, Paulus Marselo Gonsalves, mengapresiasi sinergi erat antara pemerintah pusat dan daerah ini. Layanan langsung di lokasi pengungsian dinilai sangat meringankan beban masyarakat yang saat ini prioritas utamanya adalah bertahan hidup, bukan mengurus administrasi ke kantor dinas.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, tim tanggap bencana juga membagikan makanan tambahan dan susu bagi anak-anak serta lansia di pengungsian. Setelah menyisir Kecamatan Talibura, tim dijadwalkan melanjutkan aksi kemanusiaan ini ke Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *