Suasana hangat dan penuh antusiasme mewarnai pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Jombang, Jawa Timur. Ribuan santri dan warga Nahdliyin tampak memadati kawasan Jalan KH Wahab Hasbullah, tepat di sekitar Lapangan Untung Suropati, Tambak Rejo, demi menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Lautan massa yang memadati area luar tenda utama menjadi bukti nyata tingginya antusiasme masyarakat terhadap helatan akbar organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Tiba sekitar pukul 15.12 WIB di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Presiden Prabowo mencuri perhatian publik dengan menumpangi kendaraan taktis buatan dalam negeri, Maung.
Sepanjang jalur kedatangan, Prabowo tak henti-hentinya melambaikan tangan serta mengumbar senyum hangat kepada para santri dan muktamirin yang saling berdesakan untuk menyapa. Gema panggilan nama Presiden bersahutan riuh, menciptakan atmosfer luar biasa yang mengiringi perjalanannya menuju titik utama helatan.
Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo disambut hangat oleh jajaran panitia pengarah untuk segera memasuki tenda utama. Prosesi pembukaan berlangsung sangat khidmat, diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara serentak oleh seluruh hadirin, termasuk warga yang duduk lesehan di luar arena. Semangat nasionalisme dan keagamaan semakin membuncah saat mars khas NU, Syubbanul Wathon, berkumandang merdu di udara.
Meskipun tak semua bisa masuk ke dalam tenda utama, panitia telah menyediakan fasilitas layar lebar (giant screen) di berbagai titik luar ruangan. Hal ini memungkinkan ribuan warga Nahdliyin yang hadir tetap dapat menyimak seluruh rangkaian acara dengan nyaman dan penuh khidmat.
Acara ini juga menjadi momentum penting konsolidasi nasional karena dihadiri oleh jajaran petinggi negara. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah hadir lebih awal bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, seperti Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Mendagri Tito Karnavian, hingga Mendikdasmen Abdul Mu’ti.








