Pesawat TNI AL Tergelincir di Bandara Hasanuddin, Penerbangan Sipil Terganggu?

Maros, Sulawesi Selatan – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Pesawat jenis Cassa milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dilaporkan tergelincir hingga keluar dari jalur landasan pacu pada Selasa (25/8). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.25 WITA ini memicu perhatian publik, terutama terkait dampaknya terhadap jadwal penerbangan sipil.

Kecelakaan ini tepatnya berlangsung di runway 03-21. Tim evakuasi dan personel bandara segera bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan intensif. Meskipun ada kekhawatiran bahwa insiden ini mengganggu lalu lintas udara, pihak otoritas bandara memastikan bahwa operasional penerbangan secara umum tetap berjalan.

Read More

Taufan Yudhistira, selaku Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Hasanuddin, menegaskan bahwa aktivitas penerbangan dialihkan ke landasan pacu cadangan. “Saat ini operasional penerbangan dialihkan menggunakan runway 13-31 yang berada di sisi timur-barat. Oleh karena itu, aktivitas bandara masih berjalan normal,” terangnya.

Terkait dengan adanya sejumlah penerbangan domestik yang mengalami keterlambatan (delay), Taufan menyatakan bahwa hal tersebut belum tentu disebabkan secara langsung oleh insiden pesawat tergelincir tersebut. Mengingat bandara memiliki dua landasan pacu yang dapat difungsikan secara bergantian.

Namun, pantauan pada Flight Information Display System (FIDS) menunjukkan beberapa maskapai mengalami perubahan jadwal keberangkatan yang cukup signifikan. Beberapa penerbangan yang terdampak antara lain:

  • Lion Air JT-892 rute Gorontalo, ditunda dari pukul 12.40 WITA menjadi 15.50 WITA.
  • Lion Air JT-745 rute Denpasar, mengalami penundaan dari pukul 13.10 WITA ke 16.20 WITA.
  • Lion Air JT-985 rute Jakarta, mundur dari pukul 13.25 WITA menjadi 14.20 WITA.
  • Citilink QG-213 tujuan Jakarta, mengalami delay dari pukul 15.20 WITA menjadi 18.20 WITA.

Selain penundaan keberangkatan, sistem informasi bandara juga mencatat tiga jadwal penerbangan menuju Batulicin dengan status tidak terjadwal atau unscheduled. Hingga saat ini, pihak Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IV Makassar masih belum memberikan pernyataan resmi terkait kronologi lengkap maupun penyebab utama tergelincirnya pesawat militer tersebut.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *