Atasi Karhutla dan Krisis Air IKN, BMKG Gencarkan Modifikasi Cuaca di Kaltim

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengambil langkah taktis untuk mengatasi ancaman kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim). Melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), teknologi rekayasa hujan ini dikerahkan untuk membasahi area-area krusial, termasuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Langkah darurat ini diambil setelah Waduk Sepaku, yang menjadi andalan pasokan air baku IKN, mengalami penyusutan volume air akibat dampak El Nino. Selain krisis air, ancaman karhutla kian nyata dengan terdeteksinya lebih dari 13.000 titik panas (hotspot) di wilayah Kaltim sepanjang bulan Agustus. Beberapa wilayah bahkan mencatatkan Hari Tanpa Hujan (HTH) yang sangat panjang hingga 28 hari berturut-turut, seperti di Kutai Barat dan Paser.

Read More

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menjelaskan bahwa OMC bukan menciptakan awan secara instan, melainkan mengoptimalkan potensi awan yang sudah ada agar segera luruh menjadi hujan. Dalam pelaksanaannya, BMKG bersinergi dengan lintas sektor, mulai dari Otorita IKN (OIKN), TNI Angkatan Udara, BNPB, hingga jajaran Pemerintah Provinsi Kaltim.

Operasi ini dibagi menjadi beberapa target wilayah. Untuk menyuplai Waduk Sepaku, rekayasa cuaca telah dilakukan pada 22-27 Agustus dan mulai menunjukkan hasil positif dengan turunnya hujan di sekitar IKN. Sementara itu, untuk menekan lonjakan titik panas di Kabupaten Berau, operasi serupa dijadwalkan berlangsung dari tanggal 24 hingga 28 Agustus.

Meski situasi saat ini masih berstatus Siaga Bencana, pemerintah daerah diimbau untuk terus waspada. Sinergi antara pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca dan kesiapsiagaan darat diharapkan mampu meminimalisasi dampak bencana asap dan krisis air bersih di Kaltim secara berkelanjutan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *