Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri bergerak cepat merespons dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT). Lewat strategi pemulihan langsung atau sistem jemput bola, tim khusus diterjunkan untuk mengganti dokumen adminduk warga yang rusak atau hilang akibat bencana.
Aksi sigap ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Ditjen Dukcapil, Hani Syopiar Rustam, menyusul arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi. Sebanyak enam unit tim pelayanan disebar secara masif ke tujuh kabupaten terdampak di Pulau Flores, meliputi Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.
Dukungan Teknologi dan Logistik di Area Terdampak
Meskipun infrastruktur fisik seperti kantor Dinas Dukcapil Manggarai Barat mengalami kerusakan retak dinding akibat gempa, pelayanan publik tidak dibiarkan lumpuh. Untuk memastikan proses administrasi tetap berjalan di tengah situasi darurat, Ditjen Dukcapil menyalurkan bantuan perangkat teknologi mumpuni.
Bantuan tersebut mencakup 4.000 keping blangko KTP-el, perangkat internet satelit Starlink, printer inkjet, hingga alat rekam KTP-el portabel (mobile enrollment). Kehadiran jaringan Starlink dan alat rekam bergerak ini memungkinkan petugas daerah menjangkau titik-titik pengungsian dan pelosok desa secara fleksibel tanpa terkendala putusnya jaringan komunikasi.
Capaian Hari Pertama dan Jaminan Layanan Gratis
Hasilnya terlihat nyata pada hari pertama beroperasinya layanan di Kabupaten Manggarai Barat. Petugas gabungan berhasil menerbitkan sebanyak 358 dokumen kependudukan. Rinciannya meliputi pencetakan 94 keping KTP-el, 174 lembar Kartu Keluarga (KK), 18 akta kelahiran, perekaman data baru, hingga aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Pemerintah daerah mengapresiasi penuh respons kilat Kemendagri yang dinilai sangat krusial bagi warga terdampak. Ditjen Dukcapil menegaskan bahwa seluruh proses penggantian dokumen adminduk bagi korban gempa bumi ini dijamin cepat, mudah, dan sepenuhnya gratis. Langkah pendampingan ini dipastikan akan terus berlanjut hingga seluruh hak kependudukan warga Pulau Flores kembali terpenuhi secara optimal.








