JAKARTA — Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, menyerukan pesan mendalam kepada seluruh kader dan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang tergabung dalam KAHMI. Dalam momentum Diskusi Kebangsaan yang digelar di lingkungan Kementerian Hukum, Supratman mengimbau para alumni untuk mulai mengesampingkan kepentingan politik jangka pendek serta menyudahi narasi kebencian demi mengutamakan kemajuan bangsa.
Menkum menegaskan bahwa sejak awal berdiri, ruh perjuangan HMI berorientasi penuh pada keberlanjutan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan kesejahteraan masyarakat luas. Menurutnya, potensi besar para intelektual Muslim ini mestinya tidak dihabiskan untuk merespons dinamika isu yang bersifat sementara atau parsial secara berlebihan.
Fokus pada Konstruksi Ide dan Isu Strategis
Supratman menyoroti kecenderungan ruang publik yang terlalu menyita energi dalam memperdebatkan persoalan kasus per kasus hingga memicu polemik berkepanjangan. Ia menilai bangsa Indonesia terlampau besar jika energinya terus-menerus terkuras hanya untuk menyikapi konflik insidental tanpa melahirkan gagasan pembangunan jangka panjang.
Oleh karena itu, ia mendorong KAHMI untuk menjadi pelopor dalam menciptakan ruang dialog yang konstruktif. Forum-forum diskusi hendaknya tidak lagi berfokus pada polemik sempit, melainkan melahirkan rekomendasi kebijakan yang berdampak positif bagi masyarakat luas.
Inovasi Transparansi: Forum Pengaduan Publik Setiap Jumat
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam merestrukturisasi tata kelola kementerian, Supratman secara terbuka meminta masyarakat dan jajaran KAHMI untuk aktif memberikan kritik membangun. Kementerian Hukum telah meluncurkan kanal transparansi publik melalui forum pengaduan langsung setiap hari Jumat yang dapat disaksikan secara siaran langsung (live).
Langkah progresif ini dirancang agar publik dapat mengawasi langsung proses perbaikan kinerja kementerian secara akuntabel. Pendekatan ini juga selaras dengan visi Presiden Republik Indonesia yang menghendaki birokrasi pemerintahan yang modern, terbuka, dan efisien.
Kegiatan Diskusi Kebangsaan dan Jalan Sehat KAHMI ini turut dihadiri oleh deretan tokoh nasional terkemuka. Di antaranya Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Hakim Konstitusi Mahkamah Konstitusi Arsul Sani, Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko, serta berbagai elemen pemuda dan tokoh masyarakat.








