Atasi Kabut Asap, Presiden Prabowo Turun Tangan Tinjau Karhutla di Sumatra

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menunjukkan komitmen kuat dalam mengatasi bencana kabut asap dengan melakukan peninjauan langsung ke wilayah Sumatra. Setelah sebelumnya memantau situasi di Kalimantan, kini fokus utama dialihkan ke Provinsi Riau untuk memastikan langkah penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berjalan dengan cepat, terintegrasi, dan tepat sasaran.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa kunjungan kerja ini merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat yang terpapar polusi asap ekstrem. Dalam kunjungan sebelumnya di Kalimantan, pemerintah telah mengoptimalkan pengerahan armada water bombing, penambahan personel darat dari unsur TNI, Polri, dan Manggala Agni, serta penyediaan fasilitas kesehatan gratis bagi warga terdampak.

Read More

Kini, fokus penanganan darurat karhutla diperluas ke beberapa titik rawan di Sumatra, terutama Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan. Langkah taktis ini sangat mendesak mengingat data dari SiPongi Kementerian Kehutanan mendeteksi adanya 2.894 titik panas (hotspot) di Sumatra, dengan konsentrasi tertinggi di Sumatra Selatan sebanyak 1.410 titik, disusul Riau sebanyak 480 titik, dan Jambi 425 titik.

Dampak kebakaran ini telah memicu penurunan kualitas udara yang mengkhawatirkan. Indeks Kualitas Udara (AQI) di Pekanbaru sempat menyentuh angka 225 yang masuk dalam kategori sangat tidak sehat. Sementara itu, Jambi dan Palembang berada di angka 187 dan 180. Oleh karena itu, Presiden menginstruksikan operasi terpadu satu komando yang melibatkan BNPB, Kementerian Kehutanan, hingga elemen masyarakat guna mempercepat pemadaman darat dan udara melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Selain pemadaman fisik, Presiden Prabowo juga memberikan atensi khusus pada penanganan lahan gambut yang rentan menyimpan bara di bawah permukaan tanah. Tidak kalah penting, aspek penegakan hukum juga diperketat tanpa kompromi. Aparat hukum kini tengah menyelidiki sejumlah korporasi pemegang izin konsesi yang areanya terbukti terbakar atau dinilai lalai dalam menjaga lahannya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *