Respons Cepat Dedi Mulyadi Atasi Keluhan Korban Bencana Sukabumi yang Terlantar 2 Tahun

Sebuah unggahan video yang memperlihatkan keluhan warga Kampung Cikanti, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, mendadak viral di media sosial. Warga mengaku terlantar selama hampir dua tahun setelah bencana banjir dan longsor melanda wilayah mereka pada Desember 2024 lalu. Mereka mempertanyakan kepastian bantuan dana kontrakan sebesar Rp10 juta serta hunian layak yang hingga kini belum terealisasi.

Menanggapi keluhan tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan klarifikasi mendalam. Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi ini menjelaskan bahwa bencana tersebut terjadi sebelum dirinya resmi menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Kendati demikian, ia memastikan pemerintah provinsi tidak tinggal diam dalam menangani dampak bencana di Sukabumi.

Read More

Menurut Dedi, keterlambatan penyaluran bantuan ini dipicu oleh masalah jalur birokrasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi sebelumnya mengajukan usulan anggaran kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sayangnya, hingga kini usulan tersebut belum mendapatkan realisasi dari pihak pusat.

Meskipun ada kendala administratif, Dedi memaparkan bahwa Pemprov Jabar sebenarnya telah menggelontorkan dana bantuan sebesar Rp6,09 miliar untuk penanganan pascabencana di Kabupaten Sukabumi. Alokasi dana tersebut meliputi bantuan biaya hidup sebesar Rp280 juta untuk 28 kepala keluarga (KK) di Simpenan, serta pembangunan puluhan unit hunian tetap berarsitektur Sunda di Palabuhanratu dan Nyalindung dengan total anggaran miliaran rupiah.

Sebagai langkah konkret untuk menuntaskan masalah 120 KK yang masih terlantar, Gubernur Jabar berkomitmen menyiapkan anggaran tambahan sebesar Rp4,8 miliar. Setiap keluarga nantinya akan menerima stimulus sebesar Rp40 juta untuk pembangunan rumah baru.

Namun, Dedi memberikan satu syarat mutlak kepada pemerintah daerah setempat. “Kami akan segera tangani dengan catatan Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyiapkan lahannya,” tegas politikus Partai Gerindra tersebut. Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat segera mengakhiri penantian panjang para korban bencana di Sukabumi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *