Komitmen Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dalam mendukung pemerataan pembangunan di wilayah pelosok tanah air terus diwujudkan secara nyata. Melalui Kodam XIV/Hasanuddin, sebanyak 133 Jembatan Perintis Garuda telah berhasil dibangun guna membuka isolasi geografis dan mempercepat roda perekonomian masyarakat di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Langkah strategis ini selaras dengan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto untuk menghadirkan konektivitas yang merata di seluruh penjuru negeri. Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur penyeberangan ini menjadi prioritas utama TNI AD dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini terisolasi oleh aliran sungai.
Baru-baru ini, Mayjen TNI Bangun Nawoko meninjau langsung salah satu proyek vital, yakni Jembatan Perintis Garuda yang membentang di atas Sungai Lamagara, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Jembatan ini menjadi urat nadi baru yang menghubungkan Kelurahan Anabanua di Kecamatan Maniangpajo dengan Kelurahan Macanang di Kecamatan Majauleng. Sebelum jembatan ini berdiri, mobilitas warga sangat terbatas dan berbahaya karena harus melintasi sungai tanpa pengaman yang memadai.
“Pembangunan jembatan perintis ini merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat. Kami berupaya keras agar daerah-daerah yang membutuhkan akses penghubung segera mendapatkan solusi infrastruktur yang aman dan nyaman,” ujar Pangdam Hasanuddin.
Hingga saat ini, wilayah Kabupaten Wajo sendiri telah menikmati manfaat dari tujuh unit jembatan perintis yang dibangun melalui program kemitraan ini. Kehadiran jembatan-jembatan tersebut diharapkan mampu memangkas waktu tempuh, melancarkan distribusi hasil pertanian, serta mempermudah anak-anak sekolah dan warga dalam mengakses fasilitas kesehatan maupun sosial.
Namun, Pangdam mengingatkan bahwa keberlanjutan dan ketahanan infrastruktur ini tidak hanya bertumpu pada konstruksi fisik yang kokoh, melainkan juga pada kepedulian masyarakat lokal. Ia mengajak seluruh elemen warga untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas publik ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh generasi mendatang.
Dengan sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, program pembangunan infrastruktur perintis ini diharapkan dapat terus berlanjut. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pertahanan negara tidak hanya dibangun lewat kekuatan militer, tetapi juga melalui kesejahteraan dan pemerataan pembangunan masyarakat di garis depan.








