Atasi Karhutla dan Kekeringan di Kalbar, Kementerian PU Kerahkan Pompa dan Alat Berat

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat dalam mengatasi krisis kekeringan serta ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat. Guna mengantisipasi dampak yang lebih meluas, puluhan unit pompa air beserta berbagai peralatan penunjang taktis telah dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak.

Langkah nyata ini diinisiasi melalui kolaborasi Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I dan Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Barat. Berbagai infrastruktur darurat yang diterjunkan meliputi empat unit pompa pemadam kebakaran, sepuluh unit pompa alkon, dua unit genset, hingga alat ukur geolistrik. Selain itu, guna menyuplai kebutuhan air bersih warga, Kementerian PU juga menyediakan toren air berkapasitas raksasa, puluhan hidran umum, hingga armada truk tangki air bersih.

Read More

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan komitmennya bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada fisik semata, melainkan juga harus adaptif dalam menyelamatkan lingkungan dan masyarakat saat terjadi bencana alam. Komitmen ini dibuktikan dengan gerak cepat jajarannya setelah Pemerintah Kabupaten Kubu Raya secara resmi menetapkan status darurat karhutla.

Distribusi bantuan air bersih kini difokuskan pada wilayah yang terdampak parah seperti Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, hingga Kabupaten Sanggau. Tak hanya itu, alat berat berupa ekskavator standar dan long arm turut disiagakan untuk membuat sekat bakar maupun normalisasi saluran air di area gambut yang rentan terbakar.

Tantangan di lapangan memang tidak mudah. Kepala BWS Kalimantan I, M. Tahid, memaparkan bahwa fenomena El Nino memperpanjang musim kemarau dan mengeringkan lahan gambut di pesisir Kalbar, yang dikenal sangat sulit dipadamkan jika sudah terbakar. Melalui sinergi dengan BPBD setempat, tim teknis terus melakukan mitigasi dan identifikasi kebutuhan sumber daya air langsung di titik-titik krusial seperti Ketapang.

Upaya taktis ini diharapkan mampu meminimalisasi dampak kerusakan lingkungan sekaligus menjamin pasokan air bersih bagi masyarakat Kalimantan Barat yang tengah berjuang menghadapi musim kemarau ekstrem.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *