Pemerintah Provinsi Lampung terus mematangkan konektivitas wilayah demi mendongkrak roda perekonomian lokal. Langkah nyata ini ditunjukkan langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang turun ke lapangan guna meninjau progres pembangunan infrastruktur jalan di dua titik krusial: ruas Metro–Kota Gajah di Kabupaten Lampung Tengah dan Jalan Pattimura di Kota Metro.
Peninjauan yang dilakukan pada Kamis (20/8/2026) ini bertujuan untuk memastikan setiap tahapan konstruksi memenuhi standar kelayakan, baik dari segi durasi pengerjaan maupun durabilitas material yang digunakan. Gubernur mengapresiasi kinerja tim di lapangan yang dinilai sangat efisien dan rapi.
Apresiasi Kinerja Lebih Cepat dari Target
Dalam inspeksi tersebut, Rahmat Mirzani mengungkapkan rasa puasnya karena proyek berjalan melampaui estimasi awal. Untuk ruas Metro–Kota Gajah yang membentang sepanjang 375 meter, progres pengerjaannya dilaporkan mengalami deviasi positif hingga surplus 8 persen lebih cepat dari target yang ditentukan. Hal serupa juga terlihat di ruas Jalan Pattimura sepanjang 1.095 meter yang terus menunjukkan progres signifikan.
“Hasil kerjanya sangat rapi dan kualitasnya jempolan. Yang paling penting, pengerjaannya jauh lebih cepat, surplus delapan persen dari jadwal. Pola kerja responsif seperti ini patut dicontoh oleh proyek-proyek infrastruktur lainnya,” ujar Gubernur.
Pemerataan Standar Infrastruktur se-Lampung
Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa kualitas merata adalah kunci dari kepuasan publik. Ia menegaskan tidak boleh ada disparitas kualitas infrastruktur antarwilayah di Lampung. Menurutnya, standar pengerjaan jalan di daerah pelosok maupun perkotaan harus disamakan demi memberikan asas keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.
“Saya meminta seluruh jajaran untuk meningkatkan dan menyamakan standar kerja di seluruh Lampung. Jangan sampai di satu titik kualitasnya luar biasa bagus, sementara di titik lain justru mengecewakan. Kita harus menjaga kepercayaan masyarakat,” tambahnya tegas.
Dengan optimalisasi jalur transportasi darat ini, diharapkan mobilitas warga, distribusi barang, dan konektivitas antarkabupaten di Lampung dapat berjalan lancar tanpa hambatan, sekaligus meminimalisasi potensi kecelakaan akibat jalan rusak.








