Bencana alam berdaya rusak tinggi kembali melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Guncangan hebat berparameter magnitudo 7,7 memicu gelombang panik warga sekaligus menyebabkan kehancuran infrastruktur serta memakan korban jiwa pada Sabtu pagi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa dua orang warga dilaporkan meninggal dunia akibat peristiwa nahas ini. Berdasarkan pendataan awal dari Kodim Sikka di kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka, korban jiwa terdiri atas seorang laki-laki dan perempuan. Selain itu, setidaknya satu warga lainnya tercatat mengalami luka-luka dan langsung mendapatkan penanganan medis.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan, menyatakan bahwa pihak otoritas masih terus melakukan verifikasi ketat di lokasi bencana. “Data dampak bencana dan jumlah korban masih bersifat dinamis serta terus diperbarui seiring masuknya laporan dari tim gabungan di lapangan,” ungkapnya dalam sesi konferensi pers resmi.
Tsunami Sempat Terdeteksi di Sejumlah Titik Pesisir
Dampak dari episentrum gempa tektonik ini tidak hanya merusak area daratan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat merilis peringatan dini tsunami usai mendeteksi adanya kenaikan muka air laut di beberapa titik pesisir.
Catatan BMKG menunjukkan kenaikan air laut tertinggi teramati di wilayah Maurole, Kabupaten Ende, dengan ketinggian gelombang mencapai 0,94 meter. Gelombang pasang skala kecil hingga sedang juga terdeteksi di lokasi lain, meliputi Sikka, Labuan Bajo, Flores Timur, hingga merambat ke pesisir Sulawesi Selatan seperti Bulukumba dan Baubau.
Kerusakan Fasilitas Publik dan Imbauan Kewaspadaan
Pusat gempa yang berlokasi di laut pada kedalaman 15 kilometer—sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo—membuat guncangan merambat sangat luas. Laporan dari kawasan Labuan Bajo menunjukkan sejumlah fasilitas umum dan bangunan publik mengalami kerusakan ringan hingga sedang, termasuk rumah sakit, tempat ibadah, serta gedung sekolah.
Meski status peringatan dini tsunami kini telah dinyatakan berakhir oleh BMKG, pihak BNPB tetap mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan senantiasa waspada terhadap potensi gempa susulan. Warga diminta untuk terus memantau instruksi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah setempat guna menghindari disinformasi.








