Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pesan menohok terkait ancaman penyelewengan dana dalam program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam pidato kenegaraan di hadapan Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Kepala Negara menegaskan bahwa oknum yang nekat melakukan praktik korupsi pada anggaran gizi anak-anak adalah sosok yang biadab dan telah kehilangan nilai-nilai kemanusiaan.
Menurut Prabowo, tindakan mengembat dana pemenuhan gizi anak-anak sekolah merupakan kejahatan moral yang sangat tidak termaafkan. Beliau menekankan bahwa masyarakat tidak boleh memberikan rasa hormat sedikit pun kepada para pelaku penyelewengan tersebut. Pembangunan manusia dianggap sebagai fondasi paling krusial dalam menentukan arah dan masa depan bangsa, sehingga program pemenuhan gizi harus dijaga ketat dari tangan-tangan jahil.
“Saya menilai, mereka yang mau korupsi dari makan untuk anak-anak ini adalah orang-orang biadab. Ini adalah orang-orang yang tidak pantas untuk kita hormati,” tegas Presiden Prabowo. Beliau juga menegaskan komitmennya untuk pantang mundur dalam mengeksekusi program MBG, sembari memperkuat mekanisme pengawasan, efisiensi anggaran, serta perbaikan tata kelola agar tepat sasaran.
Kemarahan dan ketegasan Kepala Negara ini berlandaskan pada fakta riil yang dihadapi Indonesia saat ini. Berdasarkan data kesehatan nasional, sekitar satu dari empat anak di Indonesia menderita stunting atau tengkes. Kondisi ini sangat fatal karena merusak tumbuh kembang organ vital anak, mulai dari perkembangan sel otak, pertumbuhan tulang, hingga kekuatan otot secara permanen.
Presiden menyoroti betapa memprihatinkannya dampak stunting bagi masa depan anak-anak Indonesia. Tanpa intervensi gizi yang memadai, generasi mendatang dikhawatirkan tidak akan memiliki daya saing, bahkan untuk melakukan pekerjaan fisik seperti buruh pelabuhan atau petani sekalipun. Oleh karena itu, program Makan Bergizi Gratis diusung sebagai langkah strategis nasional guna menyelamatkan masa depan generasi muda dan memutus mata rantai kemiskinan serta gizi buruk di Tanah Air.








