Tragedi Pilu Cianjur: Tiga Balita Tenggelam di Kolam Terbengkalai, Desakan Pengawasan Berlapis

CIANJUR, KotaKita – Duka mendalam menyelimuti Kampung Darmaga, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Tiga balita mungil, Dewa (2), Mutia (2), dan Davina (3), ditemukan tewas tenggelam di sebuah kolam renang pribadi yang telah lama terbengkalai. Insiden tragis ini, yang terjadi pada Sabtu (7/11), sontak menyisakan kepedihan dan menjadi sorotan tajam akan pentingnya pengawasan dan keamanan lingkungan bagi anak-anak.

Peristiwa nahas bermula sekitar pukul 12.30 WIB ketika ketiga balita tersebut bermain di sekitar area kolam renang yang sudah tak terawat selama dua tahun terakhir. Tanpa sepengetahuan siapa pun, mereka diduga melewati pagar pembatas dan tercebur ke dalam kolam sedalam sekitar 80 sentimeter tersebut.

Ketua RW setempat, Deden Somantri, mengungkapkan bahwa kolam renang itu merupakan aset pribadi yang kondisinya memang sudah lama tak berfungsi. “Kolam renang itu milik pribadi. Sudah lama terbengkalai. Tidak tahu bagaimana, satu anak laki-laki dan dua anak perempuan itu masuk melewati pagar dan akhirnya tercebur ke dalam kolam,” jelas Deden, menggambarkan ketidakberuntungan yang tak terduga itu.

Momen penemuan ketiga korban menambah ironi dalam tragedi ini. Seorang pekerja bangunan yang sedang beristirahat tak jauh dari lokasi kejadian adalah orang pertama yang melihat tiga ‘objek’ mengambang di permukaan air. Awalnya, ia mengira itu hanyalah boneka yang terbawa arus atau terbuang. Namun, saat didekati, kebenaran pahit terkuak: ketiganya adalah jasad balita yang sudah tak bernyawa.

Proses evakuasi segera dilakukan, namun harapan untuk menyelamatkan nyawa mereka pupus sudah. Deden Somantri menegaskan, “Saat diangkat dari kolam renang, sudah tidak terselamatkan. Sudah meninggal dunia.” Ketiga balita malang itu kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk pemeriksaan awal sebelum akhirnya dibawa kembali ke rumah duka untuk persiapan pemakaman yang direncanakan pada malam yang sama.

Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya para orang tua dan pengelola properti, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di sekitar lingkungan tempat tinggal, terutama yang melibatkan anak-anak. Kolam terbengkalai, sumur terbuka, atau fasilitas lain yang tidak terpakai namun berpotensi membahayakan haruslah diamankan secara memadai. Pengawasan aktif dan kolaborasi komunitas menjadi kunci utama untuk mencegah terulangnya kejadian serupa yang merenggut masa depan tunas bangsa.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *