Site icon Media KotaKita

Menteri Natalius Pigai Desak Percepatan 4 Draf Regulasi HAM Demi Asta Cita

Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) mengambil langkah tegas dengan mendesak Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) untuk segera memproses empat draf regulasi strategis yang telah tertahan selama delapan bulan. Langkah taktis ini dinilai sangat krusial guna mempercepat realisasi visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang penegakan HAM dan penguatan demokrasi di Indonesia.

Menteri HAM, Natalius Pigai, mengungkapkan bahwa poin pertama dalam Asta Cita merupakan perwujudan dari visi besar Presiden Prabowo yang telah dipersiapkan selama lebih dari dua dekade. Namun, Pigai menegaskan bahwa fondasi hukum yang kuat sangat dibutuhkan agar program kerja tersebut tidak sekadar menjadi wacana, melainkan dapat diimplementasikan secara teknis di lapangan.

Menurut Pigai, ada empat draf regulasi utama yang kini mandek di Kemensetneg dan membutuhkan penanganan segera, antara lain:

Pigai menambahkan, ketiadaan landasan hukum konkret ini berdampak langsung pada penolakan usulan anggaran KemenHAM oleh Kementerian Keuangan dan Bappenas. Dampak penolakan ini sangat dirasakan dalam upaya penanganan krisis kemanusiaan di wilayah-wilayah sensitif seperti Aceh dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

KemenHAM berharap sinergi lintas kementerian dapat segera terwujud agar regulasi ini bisa disahkan sebelum tahun 2029. Dengan begitu, masyarakat luas dapat merasakan langsung dampak positif dari reformasi hukum dan HAM yang diusung oleh pemerintahan saat ini.

Exit mobile version