Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengukuhkan komitmennya dalam rehabilitasi pasca-bencana dengan membangun 21 unit hunian baru bagi masyarakat terdampak pergeseran tanah dan kebakaran di Desa Pajajar, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka. Proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan sebuah inisiatif restorasi komprehensif yang mengintegrasikan aspek pemulihan, sosial, ekonomi, dan budaya.
Inisiatif strategis ini menjadi salah satu pilar utama dalam gelaran ‘Abdi Nagri Menyulam Hari-Ngaprak Lembur #3’, sebuah program unggulan Pemprov Jabar yang dirancang untuk mempercepat proses pemulihan warga sekaligus membangkitkan kembali semangat gotong royong di tingkat akar rumput. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi, menegaskan bahwa pembangunan hunian ini adalah manifestasi nyata dari kepedulian pemerintah daerah untuk memastikan warga korban bencana dapat kembali menempati tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman.
Lebih dari sekadar bangunan, kawasan perumahan baru ini direncanakan akan terintegrasi secara harmonis dengan Desa Kampung Budaya Sunda. Visi ini akan mengubah area tersebut menjadi lebih dari sekadar pemukiman; ia akan menjadi pusat pelestarian identitas budaya lokal serta katalisator bagi pengembangan sosial dan ekonomi masyarakat. Integrasi ini diharapkan menciptakan ekosistem yang seimbang antara modernitas hunian dan kekayaan tradisi, memperkuat ikatan komunitas dengan akar budayanya.
Pembangunan 21 unit rumah ini akan dilaksanakan melalui pendekatan kolaboratif yang kuat, melibatkan gabungan perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jabar dalam program bertajuk ‘Poe Ibu’. Dedi Supandi menggarisbawahi bahwa sinergi lintas sektor ini adalah cerminan dari filosofi luhur masyarakat Sunda: silih asah, silih asih, dan silih asuh. Semangat gotong royong ini, yang merupakan nilai fundamental budaya Jawa Barat, akan menjadi fondasi kokoh dalam setiap tahapan pembangunan, dari perencanaan hingga implementasi.
Melalui ‘Abdi Nagri Menyulam Hari-Ngaprak Lembur #3’, Pemprov Jabar ingin menegaskan bahwa kehadiran pemerintah tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, melainkan juga dari kedekatan, kepedulian, dan kebersamaan dengan masyarakat. Sinergi antara pembangunan hunian yang tangguh, penguatan identitas budaya, dan pemberdayaan ekonomi lokal diharapkan mampu menghasilkan manfaat berkelanjutan. Tujuan akhirnya adalah mempercepat pemulihan warga yang terdampak bencana dan membangun Desa Pajajar yang tidak hanya resilient, tetapi juga kaya akan karakter dan makmur secara berkelanjutan.

