Site icon Media KotaKita

Tragedi Water Bombing di Sungai Barito: Helikopter Jatuh, 3 Kru Selamat Dievakuasi, Investigasi Dimulai

Insiden dramatis menyelimuti upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan ketika sebuah helikopter ‘water bombing’ jatuh ke Sungai Barito. Beruntung, ketiga kru, terdiri dari personel domestik dan internasional, berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, membawa secercah kelegaan di tengah operasi berisiko tinggi ini.

Musim kemarau seringkali membawa ancaman serius karhutla, terutama di wilayah kaya biomassa seperti Kalimantan. Operasi ‘water bombing’ menjadi tulang punggung mitigasi, melibatkan teknologi canggih dan kru berpengalaman untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses. Misi ini krusial untuk mencegah kerusakan ekologis dan dampak kabut asap.

Helikopter jenis Super Puma VH-HGM, dikontrak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk misi vital ini, mengalami insiden nahas pada Minggu (8/11) di perairan Sungai Barito, Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala. Rekaman video viral di media sosial menunjukkan momen krusial saat helikopter mengambil air menggunakan ‘bambi bucket’ raksasa. Detik-detik kemudian, alih-alih lepas landas mulus, helikopter justru tampak kehilangan kendali, moncongnya menukik, dan akhirnya terjatuh ke dalam sungai.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, segera mengonfirmasi identitas ketiga kru: Michael John Betterridge dari Australia, Hugh Andrew John Page dari Selandia Baru, serta Yayan, seorang warga negara Indonesia. Keberhasilan evakuasi mereka adalah hasil respons cepat tim di lapangan. Unit helikopter yang ringsek pun segera ditarik ke tepi sungai untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kepala BNPB, Letjen TNI Kristomei Sianturi, telah menerima laporan awal dan memerintahkan penyelidikan menyeluruh. Meskipun video memberikan gambaran visual, penyebab pasti insiden masih menjadi misteri dan fokus utama penyelidikan oleh pihak berwenang. Tim investigasi akan menganalisis data penerbangan, kondisi cuaca, serta faktor teknis dan operasional. Insiden ini menyoroti risiko inheren yang dihadapi para pahlawan di garis depan penanggulangan bencana, mengingatkan dedikasi dan keberanian mereka.

Kecelakaan ini menjadi pengingat pahit akan bahaya yang selalu mengintai dalam setiap misi penanggulangan bencana, khususnya operasi udara di medan menantang. Di tengah ancaman karhutla, keselamatan personel dan optimalisasi peralatan menjadi prioritas utama. Penyelidikan transparan dan komprehensif diharapkan dapat mengungkap akar masalah guna mencegah insiden serupa di masa mendatang, memastikan operasi pemadaman berjalan lebih aman dan efektif demi perlindungan lingkungan dan masyarakat.

Exit mobile version