Site icon Media KotaKita

Tragedi di Udara Kalimantan: Helikopter TNI Jatuh Saat Padamkan Karhutla, Pahlawan Lingkungan Berjuang

Sebuah insiden tragis menyelimuti upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di salah satu paru-paru dunia, Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Sebuah helikopter Mi-17V5 milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengalami kecelakaan saat menjalankan misi kemanusiaan vital memadamkan api, menyoroti risiko dan pengorbanan para pahlawan di garis depan perlindungan lingkungan.

Insiden nahas ini terjadi ketika helikopter tengah bersiap mengambil air di sekitar pukul 11.00 WIB, setelah lepas landas dari Kuala Pembuang menuju Telaga Pulang pada pagi harinya. Peristiwa ini bukan hanya merenggut alat vital dalam penanggulangan bencana, namun juga menimbulkan duka mendalam bagi bangsa atas gugurnya prajurit terbaik dan perjuangan keras tim SAR gabungan.

Dari delapan kru yang bertugas, lima di antaranya berhasil selamat dari musibah. Mereka adalah Kapten Korps Penerbangan Febri, Kapten Korps Penerbangan Sugand, Letnan Dua Korps Penerbangan Fercis, Prajurit Satu Gilang, dan Sersan Kepala Kadiya. Kelimanya segera dievakuasi dari Kuala Pembuang ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Pemerintah, melalui Menteri Kehutanan Raja Juli, menegaskan komitmen penuh untuk memastikan seluruh kru yang selamat menerima perawatan terbaik dan komprehensif.

Namun, tragedi ini juga menelan korban jiwa. Tiga prajurit pemberani harus gugur dalam menjalankan tugas suci mereka: Letkol CPN (Anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten CPN (Anumerta) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo. Jenazah Letkol (Anumerta) Dudi telah diberangkatkan ke Bandung, sementara Kapten (Anumerta) Hafiz telah diterbangkan ke Semarang untuk diserahkan kepada keluarga yang berduka. Keberanian dan pengorbanan mereka akan selalu dikenang sebagai teladan dedikasi tinggi.

Ironisnya, proses pencarian terhadap satu kru, Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo, masih terus dilakukan. Tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur terus bekerja tanpa lelah di tengah medan yang menantang, bertekad untuk menemukan rekan mereka. Prioritas utama saat ini adalah menuntaskan pencarian dan memastikan seluruh penanganan pasca-insiden berjalan optimal, baik bagi korban yang selamat maupun yang telah gugur.

Penanganan di lokasi kejadian dipantau langsung oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, dan Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan. Koordinasi yang solid antarlembaga ini menunjukkan keseriusan negara dalam merespons insiden dan mengelola krisis, sekaligus menggarisbawahi pentingnya sinergi dalam menjaga kedaulatan wilayah dan melindungi kekayaan alam dari ancaman karhutla.

Exit mobile version