Site icon Media KotaKita

In Memoriam: Arief Mulyadi, Mantan Dirut PNM Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Berpulang

Dunia usaha nasional diselimuti duka mendalam atas berpulangnya Bapak Arief Mulyadi, sosok visioner yang pernah menakhodai PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai Direktur Utama periode 2018-2026. Kabar duka ini tersiar pada Selasa, 27 Oktober, meninggalkan jejak pengabdian panjang dalam memajukan ekonomi kerakyatan melalui peran vital BUMN.

Arief Mulyadi, yang wafat pada usia 58 tahun, dikenal sebagai figur yang tak hanya memimpin sebuah perusahaan, melainkan juga menginspirasi ribuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh penjuru negeri. Melalui unggahan resmi, keluarga besar PNM menyampaikan rasa kehilangan yang teramat dalam, sembari mengenang dedikasi, pengabdian, dan kontribusi tak ternilai yang telah ia curahkan. Komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat Indonesia, khususnya kelompok ultra mikro dan UMKM, menjadi warisan berharga yang akan terus hidup.

Perjalanan karier Arief Mulyadi di PNM adalah cerminan loyalitas dan kapabilitas. Memulai pengabdiannya di perusahaan pelat merah tersebut sejak tahun 1999 sebagai seorang Account Officer Lapangan, ia meniti karier dari bawah dengan pemahaman mendalam tentang kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh nasabah di akar rumput. Pengalamannya langsung di lapangan membentuk perspektif unik yang kemudian ia bawa ke jajaran manajemen puncak. Pada tahun 2013, ia dipercaya menduduki posisi Executive Vice President Pengembangan Kapasitas Usaha dan Riset, sebelum akhirnya mengemban amanah sebagai Direktur Utama.

Di bawah kepemimpinannya, PNM semakin kokoh sebagai pilar penting dalam ekosistem pembiayaan ultra mikro dan UMKM di Indonesia. Arief Mulyadi memiliki keyakinan kuat bahwa akses permodalan dan pendampingan usaha adalah kunci untuk mengangkat derajat perekonomian masyarakat. Program-program inovatif PNM, seperti Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), berkembang pesat dan menjangkau lebih banyak perempuan prasejahtera, memberikan mereka kesempatan untuk mandiri secara ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Sebelum bergabung dengan PNM, almarhum juga sempat mengukir jejak di beberapa lembaga penelitian dan berkontribusi di Bank Nusa International pada periode 1994-1999, termasuk mengikuti Executive Development Programme hingga menjabat Manager – Retail Banking & UKM Group. Pengalaman luas ini membekalinya dengan pemahaman komprehensif tentang sektor perbankan dan pengembangan usaha, yang kemudian sangat relevan dalam perannya di PNM.

Kepergian Arief Mulyadi merupakan kehilangan besar bagi sektor BUMN dan perjuangan pemberdayaan ekonomi di Indonesia. Dedikasinya yang tanpa batas dalam mengentaskan kemiskinan dan memajukan kesejahteraan melalui UMKM akan selalu dikenang. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi duka ini.

Exit mobile version