DENPASAR – Dalam sebuah langkah strategis yang menandai era baru kolaborasi kelembagaan, Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), sekaligus Ketua Umum Tim Penggerak Posyandu, Tri Tito Karnavian, mempelopori pengintegrasian rapat kerja tiga entitas penting tersebut ke dalam satu forum terpadu. Inisiatif monumental ini bukan sekadar upaya penghematan anggaran, melainkan sebuah visi komprehensif untuk menyelaraskan program, memperkuat koordinasi, dan memastikan dampak nyata bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga se-Indonesia Bagian Tengah yang digelar di Denpasar, Bali, menjadi saksi bisu dari terobosan ini. Tri Tito Karnavian menegaskan bahwa ini adalah kali pertama bagi Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu untuk menyatukan meja perundingan strategis mereka. “Harapannya lebih efisien dan tentunya tidak mengurangi makna dari rapat kerjanya,” ujar Tri, menyoroti esensi efisiensi tanpa mengorbankan kualitas dan kedalaman pembahasan agenda nasional.
Pendekatan terpadu ini didesain untuk melampaui sekadar pemangkasan biaya operasional. Lebih jauh, ia bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja organisasi, memastikan bahwa setiap rupiah yang diinvestasikan dalam program pemberdayaan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Ini adalah upaya untuk menyatukan tanggung jawab kelembagaan yang diemban secara ex-officio oleh para pendamping kepala daerah, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, menciptakan sinergi yang belum pernah ada sebelumnya.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), dan Badan Gizi Nasional turut memberikan dukungan penuh, menyampaikan strategi penguatan regulasi dan dukungan penganggaran daerah. Kolaborasi lintas sektoral ini krusial untuk menunjang keberlanjutan dan optimalisasi program Dekranas yang berfokus pada kerajinan lokal, TP PKK dalam pemberdayaan keluarga, serta TP Posyandu dalam peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat di berbagai pelosok Tanah Air.
Tri Tito Karnavian menekankan bahwa penyatuan forum rapat kerja ini harus menjadi katalisator bagi inovasi. Forum ini diharapkan tidak hanya menghasilkan program yang relevan dengan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga memberikan dampak transformatif terhadap peningkatan kesejahteraan. “Yang pasti nanti tetap akan menghasilkan ke depannya program-program yang pastinya harus memberikan manfaat untuk masyarakat,” pungkasnya, menggarisbawahi orientasi hasil yang konkret.
Apresiasi tinggi juga disampaikan kepada para pengurus dan kader di daerah yang tak kenal lelah berkontribusi dalam menjalankan program pemberdayaan. Tri meyakini bahwa dengan komitmen dan kerja sama yang kuat antarlembaga, kemajuan para perajin akan terdorong, ketahanan dan kesejahteraan keluarga akan semakin kokoh, dan kualitas hidup masyarakat Indonesia akan meningkat secara signifikan. Kehadiran para pimpinan daerah dan pengurus dari 14 provinsi di Indonesia bagian tengah pada acara tersebut menjadi bukti kuat akan komitmen bersama ini.

