MANOKWARI, KotaKita.com – Perum Bulog Cabang Manokwari kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan di wilayah Papua Barat. Menyongsong akhir tahun 2026, sekitar 1.000 ton beras bantuan pangan telah disiapkan secara matang untuk didistribusikan kepada ribuan keluarga penerima manfaat di lima kabupaten yang tersebar di wilayah tersebut, mencakup periode Oktober, November, dan Desember.
Kepala Perum Bulog Manokwari, Sheika Irawaty, pada Jumat lalu, mengungkapkan bahwa seluruh stok beras tersebut kini telah berada di gudang penyimpanan dan sedang dalam proses pengemasan ke dalam kemasan 10 kilogram. Langkah ini dilakukan sembari menanti instruksi teknis program bantuan pangan serta finalisasi data penerima manfaat dari pihak terkait. Sheika juga menambahkan bahwa pasokan akan terus diperkuat dengan kedatangan 3.000 ton beras tambahan yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju Manokwari, memastikan ketersediaan pasokan yang melimpah.
Lima kabupaten yang menjadi fokus utama penyaluran bantuan pangan ini adalah Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama. Wilayah-wilayah ini dikenal memiliki tantangan geografis yang tidak ringan, sehingga dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat, aparat keamanan, serta para pihak transporter menjadi krusial untuk memastikan proses penyaluran dapat berjalan lancar dan tepat waktu.
Program bantuan pangan ini merupakan wujud nyata upaya pemerintah pusat dalam menjaga pilar ketahanan pangan nasional, sekaligus menjadi jaring pengaman sosial untuk mempertahankan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah. Lebih jauh, inisiatif ini strategis dalam mengendalikan gejolak harga pangan yang berpotensi memicu peningkatan inflasi, terutama di daerah-daerah yang rentan terhadap fluktuasi ekonomi.
Sheika Irawaty menyatakan optimisme tinggi bahwa penyaluran bantuan pangan periode Oktober-Desember dapat terealisasi 100 persen, sebagaimana suksesnya realisasi pada periode tiga bulan sebelumnya. Meskipun menghadapi sejumlah tantangan klasik seperti medan geografis yang sulit dijangkau, kondisi cuaca ekstrem, dan ketersediaan bahan bakar minyak yang terbatas, pengalaman dan strategi yang telah terbukti pada penyaluran sebelumnya menjadi modal utama.
“Informasi yang kami terima, batas waktu penyaluran adalah 31 Desember dan tidak ada perpanjangan. Kami optimis 100 persen tersalur,” tegas Sheika, menyoroti urgensi dan ketatnya jadwal pelaksanaan. Ia menekankan bahwa koordinasi dan komunikasi yang intens antara Bulog, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta pihak transporter adalah faktor penentu keberhasilan program ini. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan setiap tantangan dapat diatasi demi memastikan bantuan sampai ke tangan yang berhak.
Sebagai informasi, pada periode sebelumnya, yakni Juli, Agustus, dan September 2026, Bulog Manokwari berhasil menyalurkan 1.593 ton beras bantuan pangan kepada 53.101 penerima manfaat di kelima kabupaten yang sama. Keberhasilan ini menjadi landasan kuat bagi Bulog untuk menuntaskan misi kemanusiaan dan ekonomi di penghujung tahun, memastikan akses pangan yang merata bagi masyarakat Papua Barat.

