Site icon Media KotaKita

Intervensi Istana: Prabowo Kumpulkan Tim Ekonomi Hadapi Turbulensi IHSG

Jakarta, KotaKita.com – Gejolak pasar modal yang ditandai dengan melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga menembus level psikologis di bawah 5.000 poin, memicu respons cepat dari pucuk pimpinan negara. Presiden Prabowo Subianto pada awal pekan ini memanggil deretan pembantu utamanya di bidang ekonomi dan keuangan ke Istana Kepresidenan Jakarta. Langkah ini mengindikasikan keseriusan pemerintah dalam membaca sinyal pasar dan menyiapkan strategi mitigasi di tengah tekanan ekonomi global maupun domestik.

Rapat darurat tersebut dihadiri oleh figur-figur kunci yang memegang kendali di sektor-sektor vital. Terlihat hadir Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari, yang membawahi regulasi dan pengawasan industri jasa keuangan. Selain itu, representasi kuat dari sektor fiskal juga tampak dengan kehadiran Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, mendampingi koordinasi makro ekonomi yang diwakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Tidak ketinggalan, Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti turut serta, menunjukkan pentingnya koordinasi antara kebijakan moneter dan fiskal. Kehadiran Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, memperluas cakupan pembahasan yang tak hanya fokus pada stabilitas pasar, namun juga agenda strategis pembangunan jangka panjang seperti hilirisasi dan ketahanan pangan. CEO Danantara, Rosan Roeslani, juga terlihat dalam rombongan pejabat tinggi tersebut.

Anjloknya IHSG pada penutupan perdagangan awal pekan ini menjadi latar belakang utama pertemuan penting tersebut. Indeks acuan Bursa Efek Indonesia itu tergerus hingga 3,64 persen, menutup sesi di angka 4.996. Data transaksi menunjukkan volume perdagangan yang masif namun diwarnai dominasi aksi jual, dengan 656 saham terkoreksi berbanding hanya 100 yang menguat. Fenomena ini tidak hanya menyoroti sentimen negatif investor, melainkan juga menunjukkan tekanan yang merata di seluruh sektor, di mana sektor barang baku mengalami koreksi terdalam hingga 4,57 persen.

Menanggapi pertanyaan awak media di sela-sela pertemuan, Menteri Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa agenda pembahasan berkisar pada isu-isu ekonomi dan program hilirisasi. Meski belum ada rincian spesifik, pernyataan ini menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk tidak hanya menstabilkan pasar dalam jangka pendek, tetapi juga memperkuat fundamental ekonomi melalui industrialisasi dan nilai tambah sumber daya alam.

Pertemuan di Istana ini mengirimkan sinyal kuat kepada pelaku pasar dan masyarakat bahwa pemerintah baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sigap dan proaktif dalam menghadapi tantangan ekonomi. Volatilitas pasar saham kerap menjadi barometer awal persepsi investor terhadap kondisi ekonomi. Dengan mengumpulkan para pembuat kebijakan ekonomi di level tertinggi, Istana menegaskan kesiapan untuk merumuskan kebijakan yang komprehensif, bertujuan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan memastikan keberlanjutan agenda pembangunan nasional di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi.

Exit mobile version