Kancah teknologi global kembali menyaksikan talenta Indonesia bersinar terang. Dani Yogatama, seorang alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) yang kini memimpin Reka AI, sebuah perusahaan rintisan kecerdasan buatan (AI) terkemuka, telah resmi terpilih sebagai Endeavor Entrepreneur Indonesia ke-120. Pengakuan prestisius ini diperoleh melalui seleksi ketat di International Selection Panel (ISP) Endeavor yang ke-109, sebuah forum bergengsi yang diselenggarakan di Montreal, Kanada.
Didirikan pada tahun 2022 bersama sejumlah peneliti terkemuka di bidang AI, Reka AI memiliki misi ambisius: merancang dan mengembangkan model kecerdasan buatan terdepan untuk pasar global. Fokus utama Reka adalah AI multimodal, sebuah inovasi revolusioner yang memungkinkan sistem untuk memproses dan memahami beragam bentuk informasi secara terintegrasi—mulai dari teks, gambar, audio, hingga video. Model seperti Reka Flash, dengan 21 miliar parameternya, menjadi bukti kapabilitas perusahaan dalam menggarap teknologi canggih yang mampu bersaing di pasar global. Selain itu, Reka juga mengembangkan solusi spesifik seperti Reka Vision untuk analisis visual, Reka Research untuk menjawab pertanyaan kompleks dari berbagai sumber data, dan Reka Quant untuk meningkatkan efisiensi komputasi model AI dalam aplikasi industri.
Jaringan Endeavor, sebuah organisasi kewirausahaan global, merupakan katalisator bagi para pengusaha berpotensi tinggi untuk mengembangkan sayap bisnis mereka ke panggung internasional. Dengan akses eksklusif ke mentor berpengalaman, investor kelas kakap, dan kemitraan strategis, Endeavor menjadi jembatan bagi perusahaan seperti Reka AI untuk mengakselerasi pertumbuhan dan penetrasi pasar. Dani Yogatama sendiri menyatakan bahwa keanggotaan ini akan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, akses ke ekosistem global, serta kesempatan berharga untuk berbagi pengalaman dengan inovator dan pelaku usaha teknologi generasi mendatang.
Kepercayaan pasar terhadap inovasi Reka AI terbukti dari putaran pendanaan substansial sebesar 110 juta dolar AS (sekitar Rp1,99 triliun) yang berhasil dihimpun pada tahun 2025 dari investor ternama, termasuk raksasa teknologi seperti NVIDIA dan Snowflake. Pendanaan ini mendorong valuasi perusahaan melampaui angka 1 miliar dolar AS, mengukuhkan posisinya sebagai ‘unicorn’ baru di arena teknologi global, sekaligus menunjukkan potensi besar teknologi AI yang sedang dikembangkan.
Perjalanan Dani Yogatama dari bangku kuliah ITB, melanjutkan pendidikan di University of Tokyo, dan meraih gelar doktor bidang ilmu komputer dari Carnegie Mellon University di Amerika Serikat, hingga pengalamannya di raksasa teknologi seperti Baidu Silicon Valley AI Lab dan Google DeepMind, mencerminkan dedikasi mendalam pada riset dan inovasi AI. Managing Director Endeavor Indonesia, Monika Rudijono, menegaskan bahwa keberhasilan Dani adalah bukti nyata potensi talenta Indonesia dalam menciptakan terobosan global, bukan sekadar menjadi konsumen teknologi semata. Pencapaian ini sejalan dengan visi Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) yang mendorong Indonesia untuk bertransformasi dari pasar digital menjadi pusat produksi, inovasi, dan investasi teknologi terdepan di Asia Tenggara. Inisiatif seperti program AI Ready ASEAN oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komdigi, yang menargetkan ratusan ribu peserta, merupakan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem AI nasional yang selaras dengan kapasitas SDM, infrastruktur, dan perlindungan masyarakat.
Prestasi Dani Yogatama dan Reka AI ini bukan hanya kebanggaan pribadi atau perusahaan, melainkan juga simbol kapasitas bangsa Indonesia untuk bersaing di garis depan inovasi global. Ini memperkuat narasi bahwa dengan kombinasi riset mendalam, talenta ahli, infrastruktur memadai, dan kemampuan adaptasi industri, Indonesia siap menjadi pemain kunci dalam revolusi kecerdasan buatan dunia.

