Site icon Media KotaKita

BRI Perkuat Ketahanan Pangan Nasional: Gelontorkan Rp350 Triliun untuk UMKM Ekosistem Pangan

Jakarta, KotaKita – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui penyaluran pembiayaan yang signifikan. Tahun ini, BRI menargetkan gelontoran dana hampir Rp350 triliun khusus bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan fokus strategis pada ekosistem pangan. Inisiatif masif ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan visi jangka panjang untuk menopang swasembada protein dan ketahanan pangan nasional.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, dalam sebuah diskusi panel menyoroti krusialnya pendekatan menyeluruh dalam pembiayaan sektor pangan. Menurutnya, dukungan finansial harus merentang sepanjang rantai pasok, mulai dari tahapan produksi di hulu, proses industri pengolahan, hingga fase distribusi dan perdagangan di hilir. Ini memastikan setiap mata rantai menerima dukungan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Di sektor hulu, misalnya, para petani dan peternak membutuhkan akses permodalan untuk pengadaan bibit unggul, pakan berkualitas, hingga pengembangan kapasitas produksi demi peningkatan hasil. Bergeser ke tengah, industri pengolahan memerlukan investasi untuk teknologi, inovasi pengemasan, serta modal kerja untuk operasional harian. Sementara itu, di ujung rantai, distributor dan pedagang memerlukan suntikan dana untuk menjaga ketersediaan stok barang dan memperlancar arus perputaran dagang.

Komitmen BRI terhadap UMKM di sektor pangan bukanlah hal baru. Sejak tahun 2015, bank pelat merah ini telah menyalurkan total pembiayaan mencapai Rp1.600 triliun. Dari jumlah fantastis tersebut, sekitar 75 persen dialokasikan untuk segmen UMKM, dengan 44 persen di antaranya secara spesifik ditujukan untuk sektor pertanian dan perikanan, yang merupakan tulang punggung produksi protein nasional.

Akhmad Purwakajaya menekankan pentingnya ekosistem usaha yang terintegrasi dan transparan agar proses pembiayaan berjalan efektif. Keterhubungan antara pelaku usaha utama (anchor), industri pengolahan, dan UMKM menjadi kunci bagi bank untuk melakukan penilaian kelayakan usaha (underwriting) yang akurat. Dengan ekosistem yang jelas, risiko dapat dipetakan lebih dini, memungkinkan perbankan untuk masuk memberikan dukungan bahkan sejak tahap awal pengembangan usaha.

Lebih dari sekadar fungsi ekonomi, BRI juga menjalankan misi sosial. Pembiayaan UMKM di sektor pangan tidak hanya bertujuan menjaga keberlanjutan bisnis semata, tetapi juga mendorong pemberdayaan dan pendampingan. Untuk mendukung upaya ini, BRI memiliki kekuatan lapangan yang tak tertandingi: sekitar 30 ribu tenaga pemasaran yang tersebar di seluruh penjuru negeri, dengan spesialisasi mendalam di sektor peternakan, perikanan, pertanian, hingga perdagangan. Keberadaan mereka memastikan bahwa pendampingan dan akses pembiayaan dapat menjangkau pelosok-pelosok yang membutuhkan.

Dengan strategi pembiayaan yang mendalam dan terintegrasi ini, BRI secara aktif berkontribusi pada pencapaian target swasembada protein dan penguatan ketahanan pangan Indonesia, sekaligus membuka peluang bagi industri pangan nasional untuk bersaing di kancah global.

Exit mobile version