Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan, ID Food, tengah menggarap sebuah proyek ambisius yang diharapkan mampu menjadi tulang punggung baru dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga protein hewani nasional. Proyek peternakan ayam terintegrasi di enam lokasi strategis ini ditargetkan rampung dan siap diresmikan pada Juli 2027, menandai langkah signifikan menuju kemandirian pangan Indonesia.
Direktur Utama ID Food, Ghimoyo, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan jawaban konkret terhadap fluktuasi pasokan dan gejolak harga ayam serta telur yang kerap meresahkan masyarakat. Dengan pendekatan holistik dari hulu hingga hilir, ID Food berupaya menciptakan ekosistem peternakan yang lebih resilien dan efisien.
Salah satu pilar utama proyek peternakan ayam terintegrasi ini adalah produksi Grand Parent Stock (GPS) secara mandiri. Langkah ini krusial untuk memastikan ketersediaan bibit unggul yang berkualitas, mengurangi ketergantungan impor, dan memberikan kontrol lebih besar terhadap rantai pasok. Selain itu, pembangunan pabrik pakan di sentra-sentra produksi jagung seperti Gorontalo, Bone, dan Lampung, menjadi strategi vital untuk menekan biaya produksi. Dengan memangkas ongkos logistik dan memastikan ketersediaan bahan baku pakan yang stabil, diharapkan harga pakan dapat ditekan secara signifikan, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada harga jual ayam di pasaran.
Lebih dari sekadar menciptakan efisiensi, proyek ini juga dirancang untuk menggerakkan roda perekonomian lokal. ID Food berencana mendistribusikan turunan bibit ayam (Parent Stock hingga Day Old Chick/DOC) kepada para peternak rakyat di berbagai daerah. Ini merupakan upaya nyata untuk menghidupkan kembali dan memperkuat budidaya masyarakat, memberikan akses ke bibit berkualitas, serta meningkatkan kapabilitas peternak lokal dalam skala yang lebih luas.
Inisiatif strategis dari hulu ke hilir ini selaras dengan mandat pemerintah kepada ID Food sebagai BUMN Pangan untuk mengamankan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Ghimoyo menekankan bahwa salah satu fungsi utama ID Food adalah menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga pangan. Melalui proyek peternakan ayam terintegrasi ini, perusahaan berharap dapat meminimalisir gejolak harga yang drastis, sekaligus memastikan ketersediaan protein hewani yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Proyek ini bukan hanya tentang investasi infrastruktur, tetapi juga tentang membangun fondasi yang kokoh untuk ketahanan pangan nasional di masa depan. Dengan target peresmian pada Juli 2027, ID Food berkomitmen untuk menghadirkan solusi jangka panjang yang berkelanjutan, menciptakan ekosistem peternakan ayam yang mandiri, berdaya saing, dan mampu memenuhi kebutuhan protein hewani Indonesia secara optimal.

