Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, gejolak geopolitik, hingga disrupsi rantai pasok, isu ketahanan pangan kian mendesak untuk dibahas secara komprehensif. Menjawab urgensi ini, sebuah forum strategis tingkat nasional, Agrifood Forum 2026, segera dihelat dengan mengusung tema vital: “Swasembada Protein & Peluang Pangan Global“.
Acara yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan kunci ini dirancang untuk mengukuhkan kemandirian pangan Indonesia, khususnya dalam mencapai swasembada protein, sekaligus merumuskan strategi jitu agar produk pangan nasional mampu bersaing di pasar internasional. Diskusi mendalam ini menjadi fondasi penting bagi peta jalan ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi agraria Indonesia menuju tahun 2026 dan seterusnya.
Komitmen pemerintah dalam mengatasi tantangan pangan terefleksi dari kehadiran jajaran menteri dan wakil menteri yang akan menjadi pembicara utama. Mereka adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, serta Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa. Keterlibatan lintas kementerian ini menunjukkan pendekatan holistik yang menyasar berbagai aspek, mulai dari produksi hulu di sektor perikanan dan pertanian, pemberdayaan masyarakat desa sebagai garda terdepan produksi, hingga koordinasi kebijakan strategis di tingkat nasional.
Tidak hanya dari lingkup pemerintahan, forum ini juga menggarisbawahi peran krusial Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai motor penggerak implementasi kebijakan di lapangan. Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara Denaldy Mulino Mauna, serta perwakilan direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) akan berbagi perspektif dan strategi operasional. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya sinergi antara kebijakan pemerintah dan eksekusi di lapangan melalui dukungan logistik, distribusi, penyediaan sarana produksi, hingga akses permodalan bagi petani dan pelaku usaha pangan.
Diskusi dalam Agrifood Forum 2026 akan dibagi dalam tiga sesi utama yang saling berkesinambungan. Sesi pertama, “Protein untuk Indonesia”, akan membedah tantangan dan peluang dalam mencapai ketersediaan protein yang cukup dan berkualitas bagi seluruh rakyat. Sesi kunci selanjutnya adalah keynote dan sesi tanya jawab bersama Menko Pangan, yang diharapkan mampu memberikan panduan arah kebijakan yang jelas. Terakhir, sesi “Dari Swasembada ke Daya Saing Pangan” akan membahas transisi dari fokus pemenuhan kebutuhan domestik menuju peningkatan kualitas dan kuantitas produk pangan Indonesia untuk menembus pasar global.
Melalui dialog lintas sektor ini, Agrifood Forum 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga inkubator ide dan strategi konkret. Ini merupakan langkah progresif untuk memperkuat ekosistem pangan nasional, membuka jalur ekspor yang lebih luas, dan pada akhirnya, menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci dalam arsitektur pangan global yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. Forum ini adalah manifestasi nyata dari komitmen bangsa untuk mengamankan masa depan pangan yang lebih baik bagi seluruh warganya.

